Senin, 17 Maret 2014
Jakarta Darurat Macet, Jokowi Sibuk Nyapres
Beritabatavia.com - Kondisi Lalu Lintas di Ibukota Jakarta sudah memasuki tahap darurat macet. Ironisnya ditengah kondisi darurat macet tersebut, Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo (Jokowi) justru maju sebagai Capres yang dicalonkan PDI Perjuangan, pada Pilpres 2014 mendatang. Hal tersebut disampaikan Ketua Presedium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan, dalam siaran persnya, Senin (17/3).
Menurutnya, kesiapan Jokowi menjadi Capres, menuai kekecewaan masyarakat Jakarta. Apalagi hingga memasuki tahun kedua kepemimpinan Jokowi-Ahok, masalah kemacetan, jalan rusak, belum teratasi, bahkan kondisinya kian parah, hingga masuk dalam katagori darurat macet. Padahal Jokowi berikrar akan mewujudkan janji-janjinya saat kampanye Pilkada Gubernur DKI 2012 silam. Tetapi, justru Jokowi meninggalkan Jakarta demi meraih jabatan Presiden. Jokowi memanfaatkan warga Jakarta untuk mewujudkan ambisinya yang haus kekuasaan.
Namun, kata Edison, Indonesia Traffic Watch (ITW) mengajak warga Jakarta agar terus berbuat untuk menciptakan keamanan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas di Jakarta. “Warga Jakarta harus membuktikan tanpa Jokowi, kelancaran lalu lintas di Jakarta akan terwujud, justru akan lebih baik,†ujar Edison.
Dia menambahkan, warga Jakarta hendaknya tetap mendukung siapapun yang bakal menggantikan Jokowi yang meninggalkan sejumlah masalah, seperti :
1. Kemacetan di Jakarta masih belum terurai dengan baik. Bahkan hasil survei Media Survei Nasional (Median) sebanyak 73,1 persen masyarakat masih tidak puas dengan penanganan kemacetan.
Kondisi lalu lintas sudah gawat darurat, dan saat ini sedang berada dalam ruang Instalasi gawat darurat (IGD). Sayangnya, penanggungjawabnya sudah siap-siap untuk maju sebagai capres.
2. Masalah Pengadaan bus Transjakarta dan Bus Kota Terintegrasi Busway (BKTB) yang diduga ada aroma korupsi. Menyusul terungkapanya praktik kotor dalam pengadaan bus-bus yang di impor dari China.
3. Proyek Monorel yang sempat mangkrak sejak tahun 2007,Akhirnya,pembangunan angkutan massal monorel itu kembali dilanjutkan Jokowi pada 10 Oktober 2013. Untuk mengawasi proyek ini, secara khusus Gubernur DKI Jakarta telah menunjuk Deputi Gubernur Bidang Tata Ruang, Sarwo Handayani menjadi ketua tim pengawas proyek monorel dan MRT.
Sayang, pembangunan tersebut belum terwujud, bahkan PT Jakarta Monorail belum melakukan pembangunan fisik. Alasanya, perusahaan tersebut belum menyerahkan rencana bisnis atau bussines plan kepada Pemprov DKI Jakarta.
Bahkan Jokowi mengakui ada kendala dalam proyek monerel tersebut diantaranya masalah yang berkaitan itung-itungan business plan, kemudian masalah teknis. Namun, Jokowi menjadi capres pada Pilpres 2014.
4. Banjir di Jakarta masih menjadi persoalan pelik Pemprov DKI Jakarta. Warga Jakarta merasakan langsung dampak banjir ini. Jumlah pengungsi akibat banjir pada 2014 meningkat menjadi 89.334 dan mengungsi di 338 lokasi pengungsian.
Bahkan, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat terdapat tujuh orang tewas saat banjir menerjang Jakarta.
ITW menilai, kata Edison, kesiapan Jokowi maju sebagai Capres adalah bukti kerakusan dan haus kekuasaan. Sosok Jokowi yang selalu tampak polos dan apa adanya, ternyata menyimpan sikap yang tidak memiliki rasa peduli terhadap rakyat yang disiraminya dengan janji-janji. O bon