Senin, 17 Maret 2014
Inggris Tolak Hasil Referendum Crimea
Beritabatavia.com - Menteri Luar Negeri dan Persemakmuran Inggris, William Hague, Senin (17/3), di London, Inggris menyatakan ketidaksetujuannya atas referendum yang terjadi di Crimea, wilayah Ukraina yang sekarang menyatakan bergabung dengan Rusia.
Mayoritas 95,5 persen pemilih di Crimea memilih Rusia dibanding Ukraina. Hague mengatakan Rusia akan menghadapi konsekuensi dibidang ekonomi dan politik.
Hague menegaskan Inggris tidak mengakui referendum tersebut. Massa pendukung Moskow berkumpul di Simferopol, dan pemimpin pro Rusia, Sergei Aksyonov mengatakan ia setuju bergabung dengan Rusia pada awal pekan ini.
Namun penduduk lokal yang loyal pada Kiev memboikot referendum tersebut, sama dengan Uni Eropa dan Amerika Serikat yang menyatakan hal itu ilegal.
'Kami tidak yakin referendum itu legal. hanya memakan waktu 10 hari, tanpa kampanye yang proporsional dan debat publik, sementara pemimpin politik Ukraina tidak bisa berkunjung ke Crimea, serta ditambah kehadiran ribuan pasukan dari Rusia. Itu adalah pembohongan terhadap praktek demokrasi yang pantas.
Inggris tidak mengaku hasil referendum tersebut, sama dengan mayoritas komunitas internasional' jelas Hague. O BBC