Sabtu, 05 April 2014
Indonesia Harus Netral Dengan RRT-AS
Beritabatavia.com - Negara-negara di Asia Pasifik, ternasuk Indonesia, harus dapat
memanfaatkan momentum saat kawasan ini menjadi primadona di mata Republik Rakyat Tiongkok
(RRT) dan Amerika Serikat (AS). Bagi Indonesia politik luar negeri Indonesia yang bebas
aktif membantu Indonesia dalam menjalin hubungan baik dengan kedua
negara, dimana Indonesia tidak akan memihak atau lebih condong kepada
satu negara, sehingga posisi Indonesia lebih fleksibel.
Indonesia
bisa memanfaatkan hubungan dengan kedua negara tersebut terutama dalam
bidang pertahanan dan ekonomi. Di bidang pertahanan, khususnya militer,
Indonesia sudah memiliki hubungan kerja sama militer yang baik dengan
AS. Kerja sama dengan AS, terutama pendidikan bagi anggota militer
Indonesia di AS, membantu Indonesia dalam meningkatkan kapasitas dan
kemampuan prajurit Indonesia di bidang militer.
Namun belakangan ini RRT
mulai masuk dan semakin meningkatkan hubungan militer dengan Indonesia.
Indonesia sendiri menyambut baik hal ini, bahkan kerja sama Indonesia
dan RRT makin meningkat dari tahun ke tahun.
Hal ini tentu baik bagi
Indonesia karena Indonesia bisa memperoleh banyak keuntungan dari kerja
sama dengan kedua negara tersebut. Namun Indonesia harus tetap waspada
akan motif di balik kerja sama dengan RRT, hal ini mengingat hubungan
RRT dan AS. Jangan sampai kerja sama dengan RRT tersebut merusak kerja
sama Indonesia dengan AS. Oleh karena itu netralitas Indonesia harus
selalu dijaga.
Di bidang ekonomi, saat ini baik RRT maupun AS
semakin meningkatkan kerjasamanya di Kawasan Asia Pasifik. Hal ini harus
dimanfaatkan oleh negara-negara di Kawasan Asia Pasifik, tidak
terkecuali Indonesia. Indonesia dapat memanfaatkan menguatnya ekonomi
RRT terutama dengan mengajak para pengusaha RRT untuk melakukan
investasi di tanah air.
Selain itu Indonesia juga dapat memanfaatkan
momentum ini untuk meningkatkan ekspor Indonesia ke AS dan RRT.
Berdasarkan data dari Kementerian Perdagangan dapat terlihat bahwa AS
dan RRT merupakan negara utama target ekspor Indonesia. Hal ini terlihat
dari nilai ekspor Indonesia ke kedua negara ini semakin meningkat pada
tahun 2013 dibanding tahun 2012.
Ekspor Indonesia ke RRT pada tahun 2013
mencapai 21,282.1 juta dollar AS, naik 2 persen dari tahun sebelumnya.
Sedangkan ke AS, ekspor Indonesia mencapai 15,082 juta dollar AS, naik
3,4 persen dari tahun sebelumnya.
Oleh karena itu Indonesia harus
selalu menjaga hubungan baik dengan AS dan RRT. Apabila Indonesia bisa
memanfaatkan dengan baik, hal ini akan membantu Indonesia dalam
meningkatkan posisi tawar di dunia internasional, dan jika terjadi
konflik atau permasalahan dengan negara lain. O humas setkab