Selasa, 06 Mei 2014

Ratu Atut Diadili

Ist.
Beritabatavia.com -

Gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah menjalani sidang perdana dengan agenda pembacaan dakwaan, pada Selasa (6/5) ini, di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Salah satu kuasa hukum Atut, TB Sukatma mengatakan, kliennya dalam keadaan sehat dan siap menghadapi sidang perdana.

Menurut Sukatma, Atut akan didampingi keluarganya dalam menghadapi sidang perdana. "Akan ada keluarga yang menemani beliau (Atut)," kata Sukatma, Selasa (6/5).

Sesuai pernyataan Sukatma, berdasarkan pengamatan, terlihat adik Ratu Atut Chosiyah, Ratu Tatu Chasanah datang ke Pengadilan Tipikor, Jakarta. Datang sekitar pukul 09.00 WIB, Wakil Bupati Serang tersebut terlihat bersama sejumlah kerabat lainnya.

Lima menit kemudian, Atut baru terlihat tiba di Pengadilan Tipikor, Jakarta. Tanpa banyak berkomentar, Atut langsung masuk ke elevator menuju ruang tunggu terdakwa di lantai 1 gedung Pengadilan Tipikor. "Alhamdullilah (sehat)," jawab Atut ketika ditanya soal kesehatannya.

Tetapi, Atut tidak menjawab ketika ditanya perihal penonaktifannya sebagai Gubernur Banten.

KPK telah menetapkan Gubernur Banten, Ratu Atut Chosiyah sebagai tersangka untuk tiga perkara.

Pertama, bersama adik kandungnya Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus dugaan suap pengurusan perkara sengketa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Kabupaten Lebak di MK.

Selain itu, terhadap keduanya juga ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (alkes) di Banten. Bahkan, belakangan terhadap Atut diduga juga melakukan pemerasan terkait pengadaan alkes tersebut.

Terkait pengadaan alkes tersebut, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) setidaknya menemukan tiga indikasi penyimpangan dalam pengadaan alat kesehatan di Banten yang mencapai Rp 30 miliar.

Ketiga penyimpangan itu adalah alat kesehatan tidak lengkap sebesar Rp 5,7 miliar; alat kesehatan tidak sesuai spesifikasi sebesar Rp 6,3 miliar; dan alat kesehatan tidak ada saat pemeriksaan fisik sebanyak Rp 18,1 miliar. o day