Senin, 02 Juni 2014

Jelang Pilpres, Polri Diminta Maksimalkan Intelijen

Ist.
Beritabatavia.com - Polri diingatkan agar memaksimalkan jajaran intelijen dan babinkamtibmasnya untuk bisa melakukan deteksi lebih dini maupun upaya antisipasi terhadap ancaman serta potensi konflik di tengah-tengah masyarakat. Mengingat situasi Kamtibmas menjelang Pilpres 2014 terlihat kian panas. Selain itu Polsek, Polres, dan Polda diwajibkan bersikap cepat dan tegas dalam mengatasi konflik yang terjadi menjelang Pilpres 2014. Demikian disampaikan Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta Pane dalam siaran persnya, Senin (2/6).

Menurut Neta, pihaknya menilai, 40 hari menjelang Pilpres 2014, situasi dan kondisi di masyarakat kian terbelah di antara dua pasangan capres dan cawapres, Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta. Eskalasi sosial
politik menjelang Pilpres 2014 terlihat lebih panas ketimbang pilpres-pilpres sebelumnya. Hal ini disebabkan hanya ada dua pasangan calon. Sehingga "perang terbukanya" lebih nyata dan tajam.
Dalam kondisi seperti ini Polri perlu membuat atau mengupdate peta situasi kambtimas teraktual. Sehingga Polri bisa memetakan daerah-daerah potensial terhadap ancaman kamtibmas maupun ancaman konflik sosial menjelang maupun sesudah Pilpres 2014.

Dikatakan, potensi ancaman konflik sosial yang sudah terlihat belakangan ini terjadi di ibukota Jakarta dan Jogjakarta. Di Jakarta, Posko Relawan Jokowi-JK di Setiabudi dan baliho bergambar Megawati di Duri Pulo dibakar orang tak dikenal, beberapa hari lalu. Di Jogja, aksi demo mahasiswa menentang pencalonan Prabowo-Hatta berlangsung ricuh dan Kamis (29 Mei) malam rumah pimpinan Relawan Jokowi-JK Jogjakarta Julius Felicianus diserang orang tak dikenal. Julius sendiri luka-luka
dan dilarikan ke rumah sakit.

"Jadi, apa yang dikatakan Ketua Majelis Pertimbangan Partai Amanat Nasional, Amien Rais bahwa Pilpres 2014 ibara  perang baratayuda politik mulai menunjukkan tanda-tandanya," kata Neta. Meski pernyataan ini cenderung berbau provokasi,lanjutnya,  Polri tetap perlu mencermatinya. IPW sendiri melihat sejumlah daerah mulai menunjukkan tanda-tanda suhu politiknya meninggi, yakni Aceh, Sumut, Lampung, Banten, Jakarta, Jawa Barat, Jogja, Jawa Tengah, Jatim, Sulsel, Sulteng, NTB, Kalbar, dan Papua.

Neta mengingatkan, apa yg terjadi di Jakarta dan Jogja adalah bibit-bibit  konflik dan sebuah gambaran bahwa Pilpres 2014 akan panas dengan konflik-konflik horizontal antar masing-masing pendukung capres. Apakah Polri mampu mengendalikannya, kita tunggu saja.O son