Selasa, 24 Juni 2014
Polisi Kediri Tembak Pemuda Hingga Buta
Beritabatavia.com - Nasib malang menimpa Choirul Fauzun. Seorang pemuda pengangguran di Kediri menjadi korban penembakan anggota Kepolisian Resor Kota Kediri melapor ke Bareskrim Polri. Dia melaporkan Bripka DF yang dianggap memperlakukannya semena-mena hingga mata kirinya menjadi buta.
"Kami minta pada Kapolri dan Kabareskrim untuk menindaklanjuti laporan ini, karena ini merupakan tanggung jawab moral untuk mengayomi dan agar mendapat tindakan secara hukum," ujar Kuasa Hukum Choirul, Bambang Sunaryo di Bareskrim, Senin (23/6).
Bambang kembali menceritakan awal kejadian nahas tersebut. Pada 27 Mei 2014 sekira pukul 02.00 WIB, kediaman mereka di Jalan Pahlawan Rt 001/03, Kaliboto, Tarokan, Kediri, Jawa didatangi polisi berpakaian preman. Choirul yang penasaran melihat dari atas, tak berapa lama dia disergap dari belakang.
"Kepala saya dipukul dengan gagang pistol lalu ditembak di bagian kepala sebelah kiri dan peluru menembus ke atas bibir sebelah kanan," kata Choirul.
Tembakan ini meleset dan nyaris menghilangkan nyawanya. Kendati begitu luka di kepala menyebabkan dia buta permanen.
Cerita ini sedikit berlainan dengan cerita versi ibu Choirul. Ibu korban bernama Sujiati (55) mengatakan penyerangan itu awalnya dilakukan dengan cara mematikan lampu listrik di rumah. Sewaktu korban membuka pintu rumah, langsung ditembak polisi di kepala yang mengenai pelipis kiri tembus pipi sebelah kanan.
"Iya kejadiannya sekitar jam 1 malam, waktu itu ada yang matiin lampu, terus anak saya mau hidupin, pas keluar ditembak sama polisi pas di kepalanya," kata Sujiati. o day