Rabu, 25 Juni 2014
Parkir Sembarangan di Monas Didenda Rp500.000
Beritabatavia.com - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta terus melakukan pembenahan terhadap lapangan dan taman di sekitar Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat. Sebelumnya Pemprov DKI membersihkan Pedagang Kaki Lima (PKL) yang berjualan secara liar, kini Pemprov juga akan menertibkan kendaraan-kendaraan yang melakukan parkir liar di sana.
"Nah sekarang, kita mau tertibkan parkir liar di sana. Aku lagi tunggu Pak Sunardi Sinaga (Kepala Unit Perparkiran Dishub DKI Jakarta) untuk buat tim. Dia udah janji punya cara khususnya untuk tertibkan parkir liar di Monas," kata Plt Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama, di Balai Kota, Rabu (25/6).
Pria yang akrab disapa Ahok itu mengatakan, untuk menertibkan parkir di sekitar Monas, Pemprov tidak lagi menggunakan cara lama dengan meminta polisi menilang masyarakat yang parkir sembarangan. Menurutnya, cara tersebut tidak memberikan efek jera karena hukuman yang diberikan terlalu ringan.
"Kalau ditilang itu, hakim hanya memberikan denda Rp10 sampai Rp20 ribu. Itu enggak ngasih efek jera. Nah, aku udah ketemu caranya sekarang," ujarnya.
Ahok pun menuturkan cara barunya itu adalah dengan menderek kendaraan yang parkir sembarangan. Cara baru ini diakuinya merupakan celah hukum yang tidak melanggar aturan.
"Jadi saya tidak menilang kamu. Tapi kalau mobil atau motor kamu parkir sembarangan, udah aku derek aja kendaraan kamu. Terus aku taruh di lapangan IRTI atau di lapangan mana yang dekat Monas," beber Ahok.
Untuk menebus kendaraan yang diderek itu, masyarakat kemudian akan dimintai denda sebesar Rp500 ribu. Denda itu disetorkan secara langsung ke Bank DKI, dan akan masuk ke Pendapatan Asli Daerah (PAD) DKI Jakarta.
"Jadi kalau kamu parkir di tempat yang enggak bener, aku mau parkir kendaraan kamu di tempat yang benar. Cuma ongkos buat pindahin kendaraannya itu Rp500 ribu bos! Setorin ke Bank DKI," tegas mantan Bupati Belitung Timur itu.
Parkir Bawah Tanah di Monas
Cara seperti ini lanjut Ahok, tidak akan dia lakukan selamanya. Tapi ke depan, Pemprov DKI akan membangun lapangan parkir bawah tanah di Monas untuk menampung kendaraan masyarakat yang akan menghadiri event di Monas.
"Sekarang ini kalau ada event, parkir kita di Monas pasti enggak cukup makanya ada parkir-parkir liar itu. Nah makanya nanti kita akan bikin juga parkir bawah tanah di sana. Karena enggak ada pilihan. Makanya mulai sekarang kita akan kurangin kegiatan di sana untuk segera memulai pembangunan," ucap Ahok.