Senin, 21 Juli 2014

Tujuh Polisi Indonesia Gabung Tim Investigasi MH17

Ist.
Beritabatavia.com - Dirudalnya pesawat Malasyia Airlines di perbatasan Ukraina yang menewaskan 295 penumpang, termasuk 12 warga negera Indonesia (WNI) mendapat perhatian serius dari pemerintah Indonesia.

Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menyatakan tujuh anggota Kepolisian bergabung dengan tiga tim investigasi internasional di Kiev, Ukraina. Tiga tim investigasi ini akan mengusut peristiwa jatuhnya pesawat komersial Malaysia Airlines MH 17.

"Hingga tim berangkat dari Jakarta, Kedutaan Besar Indonesia di Kiev masih terus mewakili seluruh kegiatan tim investigasi internasional," kata Marty di Istana Negara, kemarin.

Ia menyatakan, tiga tim telah dibentuk di Kiev yang dikomandoi Deputi Perdana Menteri Ukraina. Tiga tim tersebut akan berkerja dengan fokus masalah penerbangan, penyelidikan puing, dan masalah konsuler.

"KBRI sudah duduk di tim itu dan ikut proses briefing, jadi tim yang dari Jakarta ketika tiba sudah ada pijakan," kata Marty.

Ia juga menyatakan, tim investigasi internasional hingga saat ini masih berada di Kiev. Tim tersebut belum mulai turun ke lapangan atau tempat kejadian. Proses investigasi akan dimulai saat kondisi memungkinkan, karena masih terjadi dinamika antara Pemerintah Ukraina dengan kelompok separatis Pro-Rusia.

Meski tak detil, Marty memaparkan tim masalah penerbangan akan mencari tahu penyebab dan siapa yang bertanggung jawab pada peristiwa jatuhnya MH17. Tim penyidikan puing akan bekerja untuk mencari dan memulangkan seluruh jenazah, termasuk seluruh barang dan perlengkapan pribadi penumpang. Sedangkan tim masalah konsuler akan mengadakan upaya penyelesaian kasus jatuhnya MH17 dengan seluruh prosesnya. o tmc