Selasa, 27 Juli 2010

Libya Usir Agen Mata-mata Korsel

Ist.
Beritabatavia.com -
Setelah kasus penukaran mata-mata antara Amerika Serikat dan Rusia, kasus spionase alias mata-mata juga mengguncang Libya. Pemerintah Libya mengusir seorang pejabat Korea Selatan (Korsel) karena dituduh melakukan kegiatan spionase di negeri Muammar Khadafi itu.
Kementerian Luar Negeri Korsel, Selasa (27/7) membenarkan adanya pengusiran pejabat Dinas Intelijen Nasional Korsel (National Intelligence Service/NIS). Pejabat dinas intelijen yang tidak disebutkan identitasnya itu diusir, tanggal 18 Juni lalu. Demikian dilaporkan media massa setempat seperti dikutip dari Xinhua-OANA.
Insiden pengusiran mata-mata tersebut juga mendorong pemerintah Libya menutup kantor biro kerja sama ekonominya di Seoul. Kantor biro kerja sama ekonomi Libya-Korsel di Seoul itu juga berfungsi secara de facto sebagai kantor kedutaan besar Libya di negara itu.
Kementerian Luar Negeri Korsel, Senin (26/7) mengatakan, operasi diplomatik hanya ditutup sementara waktu saja.
Lee Sang-deuk, petinggi partai berkuasa Korsel yang juga saudara sulung Presiden Lee Myung-bak telah mengunjungi Libya pada awal bulan ini dalam kapasitasnya sebagai utusan khusus pemerintah Korsel.
Kunjungan Lee Sang-deuk ke Tripoli itu tidak membantu meratakan jalan bagi kehangatan hubungan diplomatik, dan kini para pejabat NIS sedang berada di Tripoli untuk bertemu dengan timpalan mereka, demikian kantor berita Korsel, Yonhap melaporkan.
Korsel dan Libya belum sepakat mengenai apakah benar ada kegiatan spionase ilegal, kata seorang pejabat Kementerian Luar Negeri Korsel.
Kementerian itu sebelumnya mengatakan pemerintah Korsel masih tetap merencanakan perluasan kerja sama ekonomi dengan negara Afrika Utara kaya minyak dan gas tersebut. O ant/nor