Rabu, 28 Juli 2010

Uji Coba Pembatasan Motor di Blok M-Kota

Ist.
Beritabatavia.com - Pembatasan sepeda motor pada jam-jam sibuk pada tahap pertama nanti, rencananya akan dilakukan di rute Blok M – Kota. Karena sarana transportasi publik di kawasan ini relatif bagus. Jalur ini merupakan rute Koridor I bus Transjakarta, Blok M – Kota.
Kepala Dinas Perhubungan DKI, Udar Pristono, Rabu (28/7) berharap penerapan kebijakan pembatasan peredaran sepeda motor di jam sibuk, dapat mengurai kemacetan.
Ditanya kapan uji coba rute Blok M – Kota dilaksanakan, Udar belum menyebutkannya karena rencananya masih dimatangkan lebih dulu.
Ia menambahkan saat ini, Dinas Perhubungan tengah melakukan kajian secara mendalam bersama Direktorat Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Metro Jaya mengenai rencana pembatasan peredaran sepeda motor pada jam sibuk.
Udar juga mengatakan sebelum penerapan kebijakan baru itu, pemerintah akan lebih dulu membenahi operasionalisasi bus Transjakarta. Di antaranya, dengan melakukan sterilisasi jalur busway di empat koridor yakni, Koridor I, IV, V, dan VI.
Ide pembatasan jumlah peredaran sepeda motor di jam sibuk sebelumnya dilontarkan Gubernur Jakarta, Fauzi Bowo.
Ia juga menyebut pesatnya pertumbuhan jumlah sepeda motor. Setiap hari, kendaraan roda dua baru yang beredar di jalanan Jakarta bertambah sekitar 900 unit. Lalu, jumlah mobil baru bertambah 240 unit.
"Tidak berimbang dengan luas jalan," kata Fauzi.
Tetapi, ide ini ditentang keras para pengguna sepeda motor. Mereka menilai pemerintah tidak bijak. Menurut mereka, harusnya mobil baru yang dibatasi.
“Bayangkan, mobil sebesar itu hanya ditumpangi satu atau dua orang. Merekalah yang mesti diatur,” Coba perhatikan, hanya karena mereka pergi untuk makan siang, seluruh jalan Jakarta macet,”ujar Rudiansyah, pengurus Kelompok Sepeda Motor Jakarta.
Selain memicu macet, kata dia, mobil juga memakan banyak ruang. Mereka pulalah yang memicu pembangunan di lahan hijau demi jalan raya. O brn