Senin, 08 September 2014
Terminal Kampung Melayu Kian Semrawut Dicampur Bau Pesing
Beritabatavia.com - Kondisi Terminal Kampung Melayu, yang berada di Kecamatan Jatinegara, Jakarta Timur semakin terkesan tak terawat dan kumuh. Berdasar pantauan SP pada Senin (8/9), lalu lintas di sekitar Terminal Kampung Melayu semrawut lantaran banyak angkutan umum yang mengetem atau menaik dan menurunkan penumpang di sembarang tempat di luar area terminal.
Sementara di dalam terminal, tumpukan sampah dengan mudah ditemui berbagai sudut. Tak hanya itu, hampir di seluruh area terminal tercium bau pesing. Bahkan, bau pesing itu tercium oleh pengendara yang hanya melintasi terminal. Kondisi ini membuat para calon penumpang dan warga yang melintas di sekitar terminal merasa tak nyaman.
Selain suara klakson yang terus dinyalakan pengendara karena jalurnya terhalang angkot yang berhenti di sembarang tempat, para calon penumpang dan warga yang melintasi Terminal Kampung Melayu terpaksa menutup hidung mereka untuk menghindari bau pesing. Meski demikian, tak satupun terlihat petugas yang berada di areal terminal.
Hasman (45), seorang tukang ojek yang biasa mangkal di sekitar Terminal Kampung Melayu mengungkapkan, keseramwutan dan bau pesing yang muncul di Terminal Kampung Melayu tak lepas dari lemahnya kontrol petugas. Dikatakan, petugas hanya sesekali berada di dalam area terminal. Itu pun hanya sebatas menarik retribusi. Selebihnya, petugas hanya menghabiskan waktu di dalam kantor terminal.
"Petugas terminal tidak pernah keluar terminal. Lihat aja sekarang, tidak satupun petugas terlihat di sini. Bagaimana mereka bisa tahu kondisi di lapangan kalau tidak pernah keluar kantor," kata Hasman dengan nada kesal saat ditemui di Terminal Kampung Melayu.
Hasman yang sudah enam tahun menjalani profesi sebagai tukang ojek di Terminal Kampung Melayu menuturkan, kesemrawutan dan bau tak sedap sudah berlangsung sejak lama. Namun, belakangan kondisinya semakin parah dan memprihatinkan.
"Baru saja saya mengeluh ke pedagang di dalam terminal apalagi soal baunya. Biasanya tidak separah ini. Hari ini paling terasa menusuk baunya," katanya.
Menurut Harman, bau pesing yang tercium di Terminal Kampung Melayu disebabkan banyaknya sopir yang buang air sembarangan. Jika malam hari, para sopir ini seringkali buang air dalam botol mineral dan dibuang begitu saja. Padahal, di dalam area terminal terdapat sebuah toilet umum yang dapat digunakan para sopir maupun calon penumpang.
"Kalau siang begini mereka menggunakan botol air mineral untuk buang air kecil, tapi botol itu dibuang di sembarang tempat. Ini yang bikin terminal ini bau pesing. Padahal, ada WC umum. Kalaupun tidak punya uang untuk bayar retribusi WC, kan masih bisa berhutang dulu," ungkap Hasman.
Hasman mengaku kesal dengan kondisi terminal yang menjadi tempatnya mencari nafkah. Hasman berharap pihak terkait segera bertindak membenahi kondisi terminal yang tidak nyaman tersebut.
"Kita kesal tempat kita cari uang berbau tidak sedap begini. Seharusnya segera dibenahi. Biar sama-sama nyaman. Tegur orang-orang yang buang sampah dan buang air sembarangan," harapnya.
Noval (32) warga Bidara Cina, Jatinegara Jakarta Timur mengaku kerap mencium bau pesing dari sekitar terminal tersebut. Padahal, kata Noval, dirinya hanya melintasi sekitar Terminal Kampung Melayu dari rumahnya menuju tempatnya bekerja di kawasan Matraman atau sebaliknya.
"Saya tidak pernah masuk areal terminal. Hanya melintas saja, tapi baunya sangat menyengat," katanya.
Meski hanya melintas, Noval mengaku merasa terganggu dengan kesemrawutan dan bau tak sedap yang berasal dari area terminal. Sebagai salah satu terminal utama angkutan dalam kota, kata Noval, pihak terkait seharusnya memberikan perhatian pada Terminal Kampung Melayu.
"Terminal ini selalu ramai. Sudah semestinya ada perhatian khusus dari pemerintah untuk menangani masalah ini," harapnya.
Saat akan dikonfirmasi mengenai hal ini, H. Hatta, Kepala Terminal Kampung Melayu, sedang tidak berada di ruang kerjanya. Hatta juga tak merespon saat SP menghubunginya melalui nomor telepon selulernya.
Sementara, Kepala Unit Pelaksana Teknis Terminal Dinas Perhubungan DKI, Anton Parura menyatakan bertanggung jawab atas kondisi di Terminal Kampung Melayu. Anton berjanji, pihaknya akan segera memeriksa dan merespon permasalahan tersebut.
"Kami akan periksa terlebih dahulu, dan akan langsung menangani hal-hal tersebut," katanya.
Hatta mengatakan, selama ini, setiap hari terdapat puluhan petugas termasuk tiga petugas kebersihan yang bertanggung jawab menertibkan dan membersihkan area Terminal Kampung Melayu. o spc