Kamis, 29 Juli 2010

Dituding Korupsi, Kasie Dikdas Teror Orangtua Murid

Ist.
Beritabatavia.com - Sejumlah orangtua murid yang tergabung dalam Front Pengawal Program Pro Rakyat (FP3R) dan Forum Komunikasi Orangtua Murid Sekolah Dasar Negeri (SDN) Rintisan Sekolah Bertarah Internasional (RSBI) 12 Rawamangun, mengaku terancam setelah melaporkan indikasi korupsi di sekolah itu. Indikasi ini terkuak dengan adanya ketikdajelasan pengalokasian dan pertanggung jawaban dana bantuan pemerintah sebesar Rp1 Miliar sejak tahun 2007.
"Penyelewengannya yakni tidak dicantumkannya pada Anggaran Pendapatan Belanja Sekolah (APBS)," teriak salah seorang wali murid saat menggelar unjukrasa di depan Kantor Seksi Dikdas Kecamatan Pulogadung, Jakarta Timur, Kamis (29/7) siang.
Indikasi korupsi tersebut sudah dilaporkan orangtua murid ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) DKI Jakarta, 14 April 2009 lalu. Pada Oktober 2009, Kejati DKI kemudian memanggil beberapa orangtua murid untuk dimintai keterangan.
Tudingan dan laporan adanya indikasi inilah yang korupsi inilah mendorong Drs Usman, Kepala Seksi Dikdas Kecamatan Pulogadung mengintimidasi orangtua murid dan mengancam akan mengeluarkan anak mereka dari sekolah. Bahkan, Drs Usman mengirim surat kepada Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo untuk mengeluarkan beberapa orangtua murid dari wilayah Jakarta.
Setelah meminta dukungan dari Komisi Nasional Perlindungan Anak, sejumlah siswa yang tadinya dilarang mengiktui ujian akhirnya diperbolehkan. o nor