Kamis, 29 Juli 2010
Buku Tentang ke Indahan Enam Istana Kepresidenan Diluncurkan
Beritabatavia.com - Sebuah buku bertajuk "Istana-Istana Kepresidenan di Indonesia" yang ditulis pakar etika bermasyarakat dan pemerhati sosial budaya Asti Kleinstuber sudah diluncurkan di museum nasional Jakarta. Buku setebal 328 halaman itu memaparkan kisah keindahan dan sejarah yang pernah terjadi di enam istana Kepresidenan Indonesia.
Sang penulis kelahiran Jakarta 1952 silam, saat peluncuran mengatakan, ketertarikannya membukukan istana-istana tersebut karena ia melihat banyak sejarah tentang kebangkitan Indonesia yang tersimpan di istana itu. Hal itupun sangat perlu diketahui oleh masyarakat, agar tahu apa yang pernah terjadi di Istana tersebut. "Tujuan saya membukukan mengenai istana juga agar masyarakat Indonesia bisa mengetahui apa yang ada di Istana," kata Asti
Dalam buku yang ditulis dengan dua bahasa yakni bahasa Indonesia dan bahasa Inggris, penulis mengungkapkan beberapa keindahan dan kisah bersejarah yang pernah terjadi di enam Istana Kepresidenan yaitu Istana Merdeka, Istana Negara, Istana Bogor, Istana Cipanas, Istana Yogyakarta, dan Istana Tapaksiring, Bali. Menurut Asti, proses penulisan hingga buku selesai membutuhkan waktu hingga tiga tahun, karena kesulitan mendaptkan akses yang penuh dengan liku-liku. "Selama pembuatan buku ini saya merasakan sangat sulit menembus istana karena harus melalui lika-liku birokrasi yang sangat ketat," jelas Asti.
Selama pengerjaannya, ia mengaku sangat terkesan dengan Istana Bogor karena selain kondisinya sangat terawat juga banyak menyimpan benda-benda bersejarah. Bahkan, Asti mengaku dirinya bersama tim mengalami pengalaman aneh selama proses pengumpulan data dan informasi, khususnya saat mengabadikan keindahan istana yang lima di antaranya peninggalan Belanda.
sementara, Hudori selaku editor buku tersebut mengatakan, membukukan Istana-istana kepresiden memang bukan yang pertama kali dilakukan. Sebelumnya pernah juga dibuat buku mengenai istana pada masa Presiden Soeharto dan pada saat Megawati menjadi presiden. Buku yang sebagian besar berisi tulisan dengan foto-foto bercita rasa seni tinggi dijual seharga Rp 940.000 per buku.O ant/son