Minggu, 05 Oktober 2014
Bulan Madu, Miliuner Inggris Diduga Bunuh Istrinya
Beritabatavia.com - Seorang miliuner Inggris menjalani sidang perdananya, Senin (6/10), karena diduga mendalangi pembunuhan terhadao istrinya saat menjalani bulan madu di Cape Town empat tahun lalu.
Kasus pengusaha Shrien Dewani ini akhirnya masuk ke pengadilan setelah dia kalah dalam upayanya selama tiga tahun menolak ekstradisi oleh Inggris dan akhirnya dinyatakan sehat menjalani persidangan.
Dia dikirim kembali ke Afrika Selatan pada April silam untuk menjawab segala tuduhan atas pembunuhan terhadap pengantin perempuan kelahiran Swedia, Anni (28), yang ditembak mati pada 13 November 2010.
Dewani (34) dituduh merancang pembunuhan dengan merekrut tiga warga Afrika Selatan (Afsel) untuk membunuh istrinnya.
Namun, dia menolak tuduhan itu dan mengklaim bahwa dia dan istrinya dibajak dan ditodong senjata saat sedang berada di dalam taksi di kota Gugulethu.
Dewani berhasil kabur dengan selamat, namun jenazah istrinya ditemukan di dalam taksi pada hari berikutnya.
Tiga warga Afsel telah diadili dan divonis antara 18 tahun penjara dan penjara seumur hidup atas keterlibatan mereka dalam pembunuhan terhadap Anni Dewani.
Sopir taksi, Zola Tongo, mengakui bersalah bersama dengan seorang pria lainnya, Mziwamadoda Qwabe. Dua orang itu mendapat hukuman masing-masing 18 dan 25 tahun penjara.
Pria ketiga, Xolile Mngeni, dinyatakan bersalah karena menembak Anni Dewani hingga tewas dan akhirnya dihukum penjara seumur hidup.
Klaim Tongo bahwa Dewani menawarkannya US$ 1.300 atau sekitar Rp 15,8 juta untuk membunuh Anni diperkirakan akan menjadi informasi kunci yang akan digunakan dalam argumen jaksa.
Kasus ini telah membuat banyak pihak marah di Afsel yang menuduh Dewani tanpa berperasaan menggunakan reputasi negara itu untuk melakukan kejahatan dengan membunuh istrinya karena yakin dapat kabur dari jeratan hukum.
Dewani diduga adalah seorang homoseksual dan merencanakan pembunuhan terhadap istrinya untuk kabur dari pernikahan yang dipaksa oleh keluarga mereka.
Baik Dewani dan Anni berasal dari India dan keluarga Hindu yang taat. Seorang "gay" pekerja seks komersil, Leopold Leisser, mengklaim bahwa Dewani adalah kliennya.
Menurut Saturday Star, Leiser mengatakan bahwa Dewani pernah berkata kepadanya akan menikahi seorang gadis manis, tapi dia harus mencari cara untuk keluar dari hubungan itu. o day