Jumat, 31 Oktober 2014

Daud Vs Goliath

Ist.
Beritabatavia.com - Melawan arus menunjukan adanya sebuah kehidupan yang dinamis dan memiliki kekuatan serta gairah, karena "hanya ikan mati yang mengikuti arus" . Meski jumlah kaum pelawan arus tergolong kecil, namun militan dan terberkati seperti Daud melawan Goliath.

Lalu bagaimana dengan institusi yang hanya manut-manut terhadap apa yang dikatakan pemimpinnya ? Benarkah ini hidup?. Benarkah ini tulus hati ? . Atau justru adalah sikap kepura-puraan, hanya formalitas, bahkan sebuah bentuk penjilatan, kemunafikan, pamrih.

Dalam birokrasi yang patrimonial  selalu mendewakan dan mengagungkan pemimpinya. Semua tindakan dan ucapan pemimpin dianggap adalah sebuah kebaikan, kebenaran.  Sabdo pandito ratu dengan kesaktian idu geni yang bisa sewenang-wenang menentukan hidup dan kehidupan anak buahnya bahkan rakyatnya.

Tanpa sadar pemimpin yang didewakan sudah mendeklarasikan dirinya sebagai dewa penguasa, yang merasa semua serba bisa diatur di dalam genggamanya. Dia selalu bergaya borju, jaim, semua itu untuk menutupi kejahatan hatinya dan mengelabui sikap busuknya. Kelompok-kelompok pendukungnya merupakan kaum-kaum gila jabatan, gila kekuasaaan, yang juga gila harta. Sebaliknya,  pemimpin-pemimpin yang jahat hatinya pasti membenci orang-orang yang kritis  dan ingin maju.

Kelompok-kelompok yang hidup dan mampu melawan arus ini merupakan kelompok-kelompok pejuang. Kelompok-kelompok yang dengan spirit kepahlawanan dengan tulus memperjuangkan kebenaran , keadilan dan kebaikan. Meskipun hidupnya penuh dengan ancaman, fitnah, teror, yang menyakitkan. Teror dan fitnah dari kaum gila kekuasaan, yang penuh dengan keserakahan terus dilancarkan,karena  takut kaum pelawan arus ini besar. Maka dengan kibasaan-kibasan uangnya yang berlimpah, dengan kemampuan IT-nya yang canggih, dengan backing-backing mafia birokrasi  ditambah dengan makelar-makelar KKN akan berupaya mati-matian memperkecil bahkan mematikan ruang gerak kaum pelawan arus.

Pelawan arus sebenarnya kelompok-kelompok tempered radical yang sadar akan ketololan, kesesatan akan ajaran dan implementasi yang menyengsarakan rakyatnya. Ia walaupun berbeda tidak ingin berpura pura, tak ingn menipu apalagi menciderai rakyatnya. Ia sadar  dan iklas berkorban demi kemajuan dan kebenaran untuk menjadikan rakyatnya maju agar bisa hidup lebih layak dan sejahtera. Ia meyakini bahwa hidup kehidupannya adalah dengan memaknai bagi hidupnya maupun bagi kemaslahatan banyak orang.

Sayang,apabila sebuah negeri seperti Indonesia dikuasai kaum penjilat apalagi yang sudah sampai mengakar bahkan mencandui mindset banyak orang hingga menjadi sebuah kekuatan yang sulit untuk diberantas. Tentu akan menjadi kendala untuk mewujudkan kemajuan. Karena kaum penjilat menjadikan semua landasan hidupnya hanya demi uang, jabatan, kekuasaan, penguasaan, tidak ada lagi kepekaan maupun kepedulian bagi hidup dan kehidupan rakyatnya.

Memang jumlah kaum pelawan arus kecil, tetapi harapan yang digantungkan kepadanya sangat besar karena kaum ini militan dan terberkati, seperti kisah Daud mengalahkan Goliath. O DR Chrysnanda Dwilaksana (Perwira Polri Berpangkat Kombes).