Rabu, 03 Desember 2014
Presiden Restui Anggaran Polri Dinaikkan
Beritabatavia.com - Usai beraudiensi dengan para kapolda, kapolres dan kapoltabes di Akademi Kepolisian, Presiden Joko Widodo (Jokowi) merestui adanya kenaikan anggaran Polri hingga 18 persen. Nilai kenaikan itu menurut Jokowi relatif besar.
“Sudah tadi ada kenaikannya kenaikannya Rp 8 triliun kira-kira 18 persen. Rp 8 triliun itu besar banget lho,†kata Presiden Jokowi di gedung Cendekiawan, Akademi Kepolisian (Akpol), Semarang, Selasa (2/12).
Dalam acara Apel Kepala Kesatuan Wilayah (Kasatwil) tersebut para kapolda dan kapolres memaparkan kesulitan mereka di lapangan. Dalam kesempatan yang sama juga Kapolri Sutarman mengeluhkan kecilnya anggaran operasional Polri. Bahkan menurutnya hal tersebut berakibat terjadinya potensi pungutan liar oleh para personil di institusinya.
“Itulah yang saya laporkan kepada bapak presiden dan bapak presiden tentu akan mengkalkulasi untuk membuat kebijakan strategis yang disampaikan Beliau terhadap institusi Polri,†kata Sutarman saat memberikan keterangan pers kepada media.
Sutarman mencontohkan selama ini anggaran yang tersedia hanya cukup untuk menyelesaikan 800 kasus. Padahal rasio dengan kasus yang ada sebenarnya bisa hingga 448 kasus. Namun para aparat harus berupaya agar bisa menanganinya dan setiap tahunnya kata dia dengan anggaran terbatas itu Polri bisa menyelesaikan sekitar 200.000-an kasus.
“Yang seharusnya anggaran Rp 904 miliar itu mungkin secara ideal harusnya sampai dengan Rp 2,5 triliun sehingga di situlah terjadi celah-celah karena tidak ada istilah orang lapor pak nanti laporan tahun depan karena anggaran tidak ada,†kata dia menggambarkan perbandinagn bujet operasional kasus yang ada dengan yang seharusnya.
Selain merestui kenaikan anggaran Polri, Presiden Jokowi juga mengingatkan agar para aparat termasuk Polri turut meningkatkan kewibawaan negara dengan menjaga citra baik institusinya. Presiden juga meminta personil Polri dengan anggaran yang semakin meningkat maka pula harus meningkatkan pelayanan masyarakat.
“Secara makro tadi saya sampaikan perlunya kita menaikkan meningkatkan kewibawaan negara dan itu bisa dibangun kalau institusi-institusi di negara kita ini bisa dipercaya masyarakat,†kata presiden. o bso