Jumat, 12 Desember 2014
JK Belum Dengar dari Presiden Kapolri Bakal Diganti
Beritabatavia.com -
Tersiar kabar Presiden Joko Widodo akan mempercepat masa jabatan Jenderal Sutarman sebagai Kapolri. Setelah masa reses DPR pada 12 Januari 2014, nama calon pengganti Sutarman akan dibawa ke Komisi III.
Wakil Presiden Jusuf Kalla menjawab belum tahu ketika dikonfirmasi tentang kabar itu. "Saya belum dengar dari Presiden, Kapolri bakal diganti," kata JK di Istana Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Jumat (12/12/2014).
JK tak mau menjawab lebih lanjut seputar spekulasi percepatan pergantian Kapolri. Pergantian Kapolri hak prerogatif atau hak istimewa Presiden.
Kabar percepatan pergantian Kapolri Jenderal Sutarman diembuskan Indonesia Police Watch (IPW). Menurut IPW, kinerja Sutarman tak moncer selama memangku jabatan Tribrata 1.
Ketua IPW Neta S. Pane mengatakan, paling tidak ada tiga dasar yang melatari percepatan masa jabatan Sutarman. Pertama, maraknya konflik sosial di daerah. Kedua, selama masa kepemimpinan Sutarman angka kriminalitas justru cenderung meningkat.
"Ketiga, konflik di internal Polri. Sutarman terlalu menganakemaskan jenderal teman satu angkatan dengannya di Akpol. Mereka diberi jabatan-jabatan strategis. Ini melahirkan kecemburuan di internal," kata Neta.
Jenderal Sutarman diangkat menjadi Kapolri oleh Presiden ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono pada 25 Oktober 2013. Karier Sutarman terbilang moncer. Sebelum diangkat sebagai Kapolri, dia pernah menjabat sebagai Kepala Badan Reserse Kriminal Polri (6 Juli 2011 – 24 Oktober 2012).
Saat bintang dua, Sutarman pernah menempati pos strategis: Kapolda Metro Jaya (7 Oktober 2010 – 6 Juli 2011) dan Kapolda Jawa Barat (6 Juni 2010 – 7 Oktober 2010). Lulusan Akpol 81 itu tak lain adalah ajudan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid. o mto