Sabtu, 31 Juli 2010
Venezuela vs Kolombia Kian Memanas
Beritabatavia.com - Hubungan diplomatik antara Venezuela dan Kolombia kian memanas. Setelah memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia, Presiden Venezuela Hugo Chaves mengaku telah mengerahkan sejumlah unit militer dan tentara ke perbatasan Kolombia. Pengerahan pasukan dilakukan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan Presiden Alvaro Uribe yang mengakhiri masa tugas bisa melakukan apa saja diakhir masa jabatannya.
Chavez memutuskan hubungan diplomatik dengan Kolombia pada 22 Juli lalu, atau sepekan setelah Uribe menuduh Venezuela menyembunyikan 1.500 pemberontak sayap kiri Kolombia di wilayahnya. Sebagaimana dilansir Associated Press (AP), tuduhan tersebut dengan tegas dibantah Chavez. “Kami telah mengerahkan unit-unit militer, pasukan udara, infantri, tapi dengan diam-diam karena kami tidak ingin mengganggu siapapun,†kata Chavez pada televisi VTV milik pemerintah dalam wawancara melalui telpon.
Pemimpin sayap kiri itu tidak menyebutkan berapa banyak tentara dan perlengakpan militer yang terlibat dalam tindakan tersebut. "Uribe mampu melakukan apa saja dalam beberapa hari terakhir ini," tegas Chavez, yang juga mengancam untuk memutus pasokan minyak ke Amerika Serikat jika negara itu mendukung serangan oleh Kolombia.
Minggu lalu, Chaves membatalkan perjalanan ke Kuba, dengan menyatakan risiko serangan Kolombia yang lebih besar, yang belum pernah terjadi sebelumnya. Uribe dan Chavez bukan kali saja berselisih. Pada November tahun lalu, Chaves memutuskan hubungan diplomatik karena perjanjian pangkalan militer AS-Kolombia yang ia katakan merupakan ancaman bagi stabilitas kawasan.
Dalam ‘perkelahian’ terakhir mereka, Kolombia membawa tuduhannya ke Organisasi Negara Amerika (OAS) yang bermarkas di Washinton pada 22 Juli lalu. Sementara itu, Venezuela awal pekan ini pergi ke hadapan pertemuan para menteri luar negeri badan regional Unasur, Uni Negara Amerika Selatan, yang meminta pertemuan puncak presiden untuk berupaya memecahkan krisis itu.
Menlu Venezuela Nicolas Maduro Selasa mengatakan ada hal-hal yang mungkin dapat ditambal-sulamkan antara Caracas dan Bogota ketika presiden terpilih Kolombia Juan Manuel Santos mengambilalih jabatan presiden dari Uribe pekan depan.
"Jika pemerintah baru Kolombia meralat sepenuhnya (sikapnya) dan mengadopsi sikap hormat sepenuhnya pada pemerintah Venezuela dan negara kami, kami yakin kita dapat membangun jalan baru," kata Maduro.
Tapi baru sehari sebelumnya, seorang pejabat penting Venezuela lainnya telah menimbulkan ketegangan yang meningkat dengan Kolombia, dengan memperingatkan bahwa pemerintahnya "tidak takut perang jika mereka memaksakannya pada kami".
Menteri Perlistrikan Ali Rodriguez menyatakan tuduhan Bogota bahwa Venezuela menyembunyikan para pemimpin pemberontak Kolombia adalah buruk, vulgar dan dalih ofensif untuk menyerang Venezuela. O ant/nor