Senin, 02 Agustus 2010

Polisi Tetapkan 30 Tersangka Bentrokan Rempoa

Ist.
Beritabatavia.com - Polres Metro Jakarta Selatan menetapkan 30 anggota organisasi massa (ormas) Forum Betawi Rempug (FBR) sebagai tersangka terkait bentrokan di Jalan Rempoa, Ciputat Timur, Tangerang Selatan, pada Sabtu (31/7) malam lalu. Dari 30 tersangka tersebut, 23 orang ditahan sementara 7 tersangka lainnya dikenakan wajib lapor, sedangkan dua anggota FBR yang sebelumnya ditangkap dilepaskan kembali karena tidak terbukti.
Penetapan tersangka tersebut disampaikan Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan Kompol Nurdi Satriaji saat ditemui di Hotel  Grand Kemang, Senin (2/8). Di sela-sela acara pelatihan “Perubahan Mindset Anggota Polri” Nurdin menjelaskan, para tersangka akan dikenakan berbagai pasal KUHP.
“Sebelumnya kita mengamankan 32 orang orang dan 30 diantaranya sudah resmi ditetapkan sebagai tersangka. Penetapan ini dilakukan karena berdasarkan hasil penyelidikan intensif yang kami lakukan, mereka terbukti membawa senjata tajam, melakukan pengrusakan pos salah satu ormas di Tanahkusir dan juga melakukan pembakaran terhadap kendaraan,” ungkap Nurdi Satriaji.
Menurut Nurdi, insiden itu dipicu oleh adanya penurunan bendera FBR. Anggota FBR yang tidak terima marah dan melakukan pengrusakan hingga akhirnya berujung bentrok.  “Ada oknum yang tersinggung dengan penurunan bendera itu, kemudian melakukan razia atau sweeping. Isunya kemudian berkembang dan oknum anggota ormas tersebut memberhentikan mobil yang melintas dan sempat memukul orang di dalamnya, “ tuturnya.
Sementara itu, Direktur Lembaga Bantuan Hukum (LBH) FBR Hari Ibrahim mengakui jika bendera FBR diturunkan di daerah Rempoa. “Anggota FBR usai milad dan melihat bendera FBR diturunkan. Siapa yang tidak marah benderanya diturunkan seperti itu," kata Hari.
Pasca bentrokan, Polda Metro Jaya mengumpulkan ormas FBR, Pemuda Pancasila, Kembang Latar dan Forkabi. Dalam pertemuan tersebut, masing-masing ormas bersepakat untuk berdamai.
"Kita berharap, setelah ada perjanjian perdamaian tidak ada lagi bentrokan," ungkapnya. O nor