Selasa, 03 Agustus 2010
Jelang Puasa, Pelacur Dimonitor
Beritabatavia.com - Sekitar empat titik rawan kehadiran pelacur jalanan di Jakarta Selatan bakal dimonitor menjelang bulan puasa ini, yaitu kawasan Kebayoran Baru, Tebet, Tanah Kusir, TB Simatupang. Pasalnya, kehadiran mereka dianggap mengganggu ketenangan warga maupun pemakai kendaraan.
“Belakangan pelacur jalanan makin marak beroperasi di sejumlah ruas jalan utama dan lingkungan di wilayah Kebayoran Baru dan Tebet tapi tak ada tindakan sama sekali,†ujar Nunung, warga Kramat Pela, Kebayoran Baru, Selasa (3/8).
Situasi di sejumlah titik rawan kehadiran pelacur jalanan memang satu bulan belakangan makin ramai. Mereka tak lagi bersembunyi atau malu mencari lelaki hidung belang tapi berani menyetop kendaraan yang melintas.
Tarif kencan bagi wanita malam itu, tambah Nunung, memang bervariasi tergantung dari pendekatan oknum yang ingin ditemani wanita malam itu. “Paling murah sekali kencan Rp 250 ribu hingga Rp 500 ribu belum termasuk sewa kamar hotel,†ujarnya.
Sementara itu, Kepala Satpol PP Jaksel Jurnalis didampingi Kasie Operasional setempat Bambang, mengatakan memang banyak keluhan terhadap kehadiran dan perilaku wanita malam yang banyak berkeliaran di pinggir jalan dan taman.
Selain di pinggir jalan utama dan lingkungan kawasan Kebayoran Baru serta Tebet, tambah dia, pihaknya juga akan memonitor lokasi rawan kehadiran pelacur jalanan di pinggir rel Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tanah Kusir dan pinggir Jl. Arteri TB Simatupang, Cilandak.
“Ada empat titik lokasi rawan kehadiran pelacur jalanan yang akan dimonitor kami menjelang bulan puasa ini,†tambahnya. O brn