Minggu, 15 Maret 2015
Apakah Proxy War Sudah Berlangsung di Indonesia
Beritabatavia.com - Perang proxy atau proxy war adalah sebuah konfrontasi antar dua kekuatan besar dengan menggunakan pemain pengganti. Dalam perang Proxy sulit mengenali siapa kawan dan siapa lawan, karena musuh mengendalikan nonstate aktor dari jauh. Biasanya, pihak ketiga yang bertindak sebagai pemain pengganti adalah negara kecil, namun kadang juga bisa nonstate actors yang bisa berupa LSM, ormas, kelompok masyarakat, atau perorangan.
Apakah Proxy war sudah berlangsung di Indonesia ?
Revolusi Perancis terjadi saat ulang tahun ke 70, revolusi Amerika juga ada pada angka 70. Apakah Proxy War juga akan berlangsung dan menggoyang Indonesia pada HUT kemerdekaan ke 70 ?
Berbagai masalah yang berkaitan dengan tata kehidupan sosial menjadi issu yang seakan-akan menunjukan ketidak amanan, ketidak nyamanan di masyarkat. Konflik-konflik kepentingan yang dihembuskan dengan nada-nada kebencian dan provokasi mulai bergulir dari jalanan sampai parlemen. Ditambah lagi berbagai upaya yang dilaksanakan secara sistimatis seperti :
1.Upaya menyebarkan issue ketidakadilan, diskriminasi, sara, KKN, kemiskinan, kemanusiaan kriminalitas (begal, dukun santet, kolor ijo dan sebagainya).
2. Upaya menggalang solidaritas massa yang jumlahnya besar.
3. Upaya melakukan penyerangan-penyerangan di dunia maya maupun aksi-aksi di media cetak, elektronik maupun media sosial.
4. Upaya melakukan aksi massa untuk membangun opini publik untuk dijadikan sebagai pembenaran.
5.Upaya mencari cari kesalahan untuk melemahkan pemerintah.
Apakah ini tanda untuk menyebar virus sehingga menjadi alasan para anti virus turun tangan ?
Proxy War bukan kegiatan instan atau jangka pendek, tetapi dilaksanakan sepanjang masa. Dalam implementasinya Proxy War sudah di design dan di buat sedemikian rupa. Bahkan untuk memulainya memerlukan momentum agar dapat mengelabui kesadaran rakyat, aparat dan semua stake holder.
Momentum waktu yang biasa digunakan seperti 1 Mei sebagai hari buruh, 20 Mei hari kebangkitan nasional, 17 Agustus HUT RI, 30 September , 1 Oktober.
Selain momentum waktu, juga tempat yang tepat dan representatif dijadikan sebagai momentum seperti istana negara, gedung DPR, Bundaran HI, dan kantor-kantor pemerintah. Serta dilakukan dengan aksi-aksi yang didukung dengan jumlah massa besar. Dan tak kalah pentingnya, aksi juga melibatkan tokoh-tokoh penting untuk membuat suasana semakin memanas.
Proxy war memang berupaya menanamkan kebencian, permusuhan, iri dengki, menonjolkan kekecewaan-kekecewaan dan keburukan serta kesalahan. Untuk menciptakan kondisi agar rakyat saling menyalahkan dan saling tikam, saling serang, untuk menghancurkan soliditas. Sehingga segala kesadaran akan rasa persatuan, kesatuan melemah, atau bahkan hilang tinggal mereka dengan suara lantang meneriakan " pimpinan saya ambil alih .... (Maaf meniru gaya dan up ketika masuk lapangan upacara sudah dengan pedang terhunus). Yang diambil alih adalah segala sumber daya dan rakyat dieksploitasi.
Melawan Proxy War tidak dengan kebencian apalagi kekerasan. Tetapi sebagai anak bangsa dibutuhkan kesadaran untuk membangun ketahanaan warga dari berbagai ancaman. "Suro diro jayaningrat lebur dening pangastuti" Segala angkara murka lebur dan dikalahkan dengan cinta kasih serta kebaikan-kebaikan.
Sebab, hasrat membalas dengan kekerasan adalah akar tumbuh serta berkembangnya kebencian. Tatkala sudah menjadi kebencian maka akan sulit dicarikan solusi, nalar sudah dibuang dengan emosi dan amarah.
Membuat rakyat sadar dan tidak gontok-gontokan memang bukan mudah. Diperlukan guru bangsa, patriot sejati yang bukan pecundang apalagi pengecut . Para pejuang-pejuang inilah perekat dan pencegah kekerasan, penghambat kebencian bahkan juga penyadaran dan penyelamatan bagi banyak orang yang akan ditumbalkan sebagai dampak proxy war.
Pejuang patriot ini adalah pemimpin yang bisa jadi panutan, karena mereka menularkan kebaikan, kebenaran, empowering, cinta kasih. Sikap pejuang patriot akan menyadarkan dan sebagai perekat untuk membangun kembali kesatuan, persatuan agar menjadi bangsa dan negara yang bermartabat.O CDL