Rabu, 25 Maret 2015
E Policing Menuju Super Cops
Beritabatavia.com - Supercops jangan dimaknai sebagai polisi super hero yang bisa bertindak dan melakukan sesukanya, dengan alasan membela kebenaran lalu bisa melanggar aturan atau merasa super sehingga bisa melakukan apa saja meskipun melanggar hukum.
Supercops yang kita harapkan adalah sosok polisi yang memiliki kompetensi dan hatinurani yang super dan taat hukum serta mampu memberikan palayanan prima dan juga mampu mengangkat harkat dan martabat manusia.
Polisi bekerja bukan hanya di bidang hukum semata. Karena tidak semua masalah yang terjadi dalam masyarakat dapat diselesaikan melalui jalur hukum. Banyak pendekatan yang dibutuhkan dalam mewujudkan dan memelihara keteraturan sosial dalam masyarakat.
Guna mewujudkan rasa aman, tertib, nyaman serta taat hukum, sangat dibutuhkan polisi yang tangguh seperti supercops. Tetapi menjadi supercops diperlukan sistim-sistim pendukung dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi. Sejalan dengan pemikiran tersebut model pemolisian secara elektronik (e policing) akan sangat mendukung dalam memberikan pelayanan prima kepolisian.
Membangun sistem-sistim menuju supercops menjadikan polisi memberdayakan sumber daya manusia (sdm) nya secara efektif dan efisien. Namun hasil yang dicapai dapat berjalan sebagaimana yang diharapkan dan secara signifikan dapat dirasakan oleh masyarakat.
Pelayanan kepolisian kepada mmasyarakat secara garis besar dapat dikategorikan pelayanan keamanan dan pelayanan keselamatan. Pelayanan keamanan yaitu pelayanan-pelayanan kepolisian yang berkaitan dengan terwujud dan terpeliharanya keteraturan sosial dalam masyarakat.
Adapun pelayanan keselamatan adalah pelayanan kepolisian yang dilakukan secara administrasi maupun operasional dalam mewujudkan dan memelihara keamanan,keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas.
Pelayanan –pelayanan tersebut tatkala masih dikerjakan secara manual parsial dan konvensional maka akan lambat, dan potensi-potensi penyimpangannya menjadi besar. Selain itu pemborosan dan memakan banyak energi/sumber daya (sdm, biaya, tempat, waktu dsb).
Apabila pelayanan-pelayanan tersebut dilakukan dengan sistem on line yang dikendalikan back office sebagai pusaat k3i (komunikasi, komando dan pengendalian, koordinasi maupn informasi) pelayanannya akan prima.
Bahkan menghemat energi, dan dapat dirasakan oleh masyarakat kecepatan, keakurasian, ketepatan, transparansinya,akuntabilitasnya,sistem-sistim informasinya dan kemudahan mengaksesnya. Maka sistem teknologi menjadi bagian penting untuk membangun polisi menjadi super. O Kombes, DR Chrisnanda Dwi Laksana