Rabu, 03 Juni 2015
38 Pamen dan Pati Polri bakal Pensiun
Beritabatavia.com -
Dalam enam bulan ke depan Polri akan mempensiunkan 38 perwiranya, mulai dari jenderal bintang empat hingga komisaris besar (kombes). Dalam waktu dekat, Polri akan melakukan mutasi besar pada beberapa posisi strategis, seperti Asisten SDM, Kadiv Propam, dan sejumlah kapolda.
Indonesia Police Watch (IPW) menilai mutasi besar ini terlambat dilakukan akibat adanya tarik-menarik di internal Polri. Masing-masing elit ingin menampilkan kader terbaiknya, terutama untuk posisi Asisten SDM, Propam, Kapolda Papua, Kapolda Jabar, Kapolda Metro dan lainnya. "Akibatnya, meski sudah ada perwira yang pensiun, mutasi belum juga dilakukan," ujar Ketua Presidium IPW Neta S Pane di Jakarta, Rabu (3/6).
Mutasi kali ini, sambung dia, dilakukan karena beberapa hal, seperti banyaknya perwira yang akan pensiun hingga enam bulan ke depan. Perwira yang pensiun meliputan lulusan akademi kepolisian (Akpol) tahun 1980 (angkatan 80) hingga Akpol 85.
Untuk Akpol 80 ada dua perwira yang pensiun, Akpol 81 mencapai 15 perwira, termasuk mantan Kapolri Jenderal Sutarman yang pensiun September nanti, kemudian Akpol 82 ada 10 yang pensiun. Untuk Akpol 83 ada sembilan, Akpol 84 ada satu, dan Akpol 85 satu yang pensiun.
IPW melihat, tarik-menarik dalam mutasi kali ini terjadi antara Akpol 82 dengan Akpol 83 dan Akpol 84. Dari Akpol 82, teman satu angkatan Kapolri Badrodin Haiti, ada empat nama yang bakal dimunculkan memegang jabatan strategis, yakni Irjen Ngadino, Irjen Sabar Rahardjo yang pernah dicopot sebagai Kapolda DIY karena kasus Cebongan, Irjen Happy Kartika, dan Irjen Budi Winarso. Yang menarik dari mutasi kali ini adalah akan bergesernya perwira Akpol 86 dan Akpol 87 ke posisi strategis.
IPW berharap, mutasi kali ini diwarnai dengan semangat reformasi mental dan mengedepankan profesionalisme kepolisian dan bukan hanya faktor pertemanan seangkatan. o spo