Rabu, 03 Juni 2015
Anggota Polisi Mabuk Berat Tabrak Toko
Beritabatavia.com -
Diduga mabuk, seorang anggota polisi berinisial DJ (35) yang mengendarai mobil Toyota Innova warna silver nomor polisi BG 805 DJ, menabrak toko servis komputer di Jalan Mayor Salim Batubara, Kecamatan Kemuning, Palembang. Akibatnya, toko tersebut hancur dan pengemudi mengalami luka ringan.
Peristiwa itu terjadi saat DJ melaju dengan kencang dari arah Simpang Sekip Pangkal menuju Simpang Sekip Ujung, Rabu (3/6). Tiba di lokasi, DJ yang dalam keadaan mabuk, tanpa sebab membanting setir ke kanan hingga menghantam toko tersebut.
Akibat kejadian itu, bagian depan mobil DJ ringsek sementara toko komputer hancur berantakan dan sejumlah komputer rusak parah. Belum diketahui total kerugian yang dialami pemilik toko.
Endar (35) pemilik toko mengaku saat kejadian tidak berada di lokasi. Dia meluncur ke TKP beberapa saat mendapat kabar dari warga. Dari keterangan warga, pengemudi itu adalah anggota polisi yang sedang mabuk. Sebab, saat keluar mobil tercium bau alkohol dari mulutnya. Bahkan, DJ sempat mengamuk dan marah-marah. "Orang bilang dia itu anggota polisi. Tapi saya belum ketemu karena dia masih dirawat di rumah sakit," ungkap Endar.
Endar berharap, pengemudi bertanggungjawab atas perbuatannya. Jika tidak, dia ingin melanjutkan kasus ini ke polisi. "Jangan karena polisi mau berbuat seenaknya saja. Bawa mobil kok mabuk-mabuk," ujarnya.
Kanit Laka Polresta Palembang Ipda Matzen mengatakan, pihaknya sudah mengevakuasi mobil itu untuk penyelidikan. Sementara pelaku belum lengkap diambil keterangan karena dirawat di rumah sakit usai mengalami luka ringan.
Matzen membantah status DJ adalah anggota polisi. Dia juga menyebutkan, informasi sementara DJ dalam keadaan mengantuk saat kejadian sehingga tak bisa mengendalikan mobilnya. "Bukan anggota polisi, dia juga tidak mabuk, cuma mengantuk," ujarnya
Namun, keterangan Matzen itu diduga hanya ingin mengelabui wartawan. Sebab, ada beberapa hal yang berbeda dengan fakta di lapangan. Diantaranya, pelat mobil itu langsung dicopot polisi dan mempublikasikan nomor polisi yang lain. Padahal, saksi mata sebelumnya sempat mengambil gambar mobil termasuk pelatnya.
"Nomor pelatnya yang benar BG 1977 EF, bukan BG 805 DJ yang disebutkan korban. Pengendaranya cuma warga biasa, kalau pemilik mobilnya memang polisi," pungkasnya. o mdk