Kamis, 26 November 2015

Kapolres Jakarta Utara Hapus Rekaman Wawancara Wartawan

Ist.
Beritabatavia.com - Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Susetio Cahyadi dituding arogan, karena memerintahkan Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara AKBP Yuli Usman, untuk menghapus rekaman wawancara wartawan majalah Forum Keadilan.

Sikap arogan dan sok kuasa Kombes Susetio itu terjadi di Kawasan Berikat Nusantara (KBN), Cakung, Jakarta Utara, Rabu (26/11). Saat itu, Bona, wartawan majalah Forum Keadilan menemui sang Kapolres untuk memintai konfirmasi atas tuduhan pembangkangan Polres Metro Jakarta utara  terhadap putusan hakim prapradilan Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Utara.

Menurut Bona, sejak awal pertemuan, Kapolres Kombes Susetio Chayadi, sudah menunjukkan sikap tidak bersahabat bahkan arogan. " Mau tanya soal apa," kata Kapolres dengan nada tinggi, seperti ditirukan Bona. Padahal, saya datang untuk meminta penjelasan soal tudingan pembangkangan Polres Metro Jakarta Utara, terhadap putusan hakim prapradilan pada 4 Agustus 2015 lalu. Bahkan, Bona melanjutkan, sebelumnya sudah membuat janji untuk bertemu dengan Kapolres Kombes Susetio.

Namun, Bona tetap bertahan demi mendapatkan penjelasan Kapolres. Meskipun pertemuan di warung makan di kawasan KBN, Cakung itu, Kapolres yang didampingi Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Utara, AKBP Yuli Usman, sudah menunjukkan sikap yang kurang berkenan.

Bona mengaku, untuk dokumentasi dan kepentingan tugas sebagai jurnalis, perbincangan dengan Kapolres direkam dengan menggunakan telepon seluler blackberry.  Tetapi, diakhir pertemuan, Kapolres Kombes Susetio Cahyadi memerintahkan AKBP Yuli Usman untuk menghapus rekaman Forum Keadilan. Lalu dengan sungkan, Yuli Usman meminta Bona untuk menuruti perintah Kapolres.
Saat itulah Kapolres mengatakan,"kalau dengan teman tidak perlulah direkam" dan meminta untuk tidak diberitakan karena menurut Kapolres berita tersebut tidak seksi. O son