Rabu, 11 Agustus 2010
Daging Ayam Ilegal di Jakarta Terus Dipantau
Beritabatavia.com - Pengawasan peredaran ayam potong dari Tangerang Selatan ke Jakarta dilakukan untuk mengantisipasi masuknya daging gelonggongan atau ayam berformalin dengan melakukan Operasi Transportasi Ayam Sehat (OTAS) di pintu masuk lalu lintas daging, yakni di Jalan Raya Ciputat, yang dilakukan oleh petugas gabungan dari kepolisian, Dinas Perhubungan, Satpol PP, dan Dinas Kelautan Pertanian dan Ketahanan Pangan.
"Kita sudah mulai melakukan pengawasan lalu lintas daging secara intensif sejak H-7 puasa," kata Nurhasan, Kasie Pengawasan dan Pengendalian (Wasdal) Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Selatan, Rabu (11/8).
Bahkan, pada 5 Agustus silam pihaknya menemukan 30 ekor ayam berformalin, di Jl Pluis, Kelurahan Grogolutara, Kecamatan Kebayoranlama. Penjual ayam potong bernama Tariyem tertangkap tangan sedang memberikan formalin pada ayam-ayam yang dipotongnya. Pengawasan tidak hanya dilakukan di wilayahnya saja, tetapi juga pada rumah pemotongan hewan di daerah Ciputat, Tangerangselatan. "Sifatnya hanya verifikasi saja daging yang akan masuk ke Jakarta Selatan," tambahnya.
Pihaknya menyebutkan, pada hari biasa peredaran ayam potong di Jakarta Selatan mencapai 60 ribu ekor per hari. Memasuki bulan puasa ini, diperkirakan peredarannya meningkat 20 persen, menjadi 72 ribu ekor per hari. Nurhasan mengimbau kepada masyarakat agar lebih cermat dalam membeli daging. Jika membeli daging di pasar tradisional, ia menyarankan untuk membelinya di los daging yang sudah tersedia. Karena di los daging sudah terkoordinir dengan baik. "Jangan beli di pedagang kaki lima di luar los daging. Tingkat kerawanannya lebih tinggi," jelasnya.
32 Pasar di Jakarta Timur Digeledah
Pengawasan serupa juga dilakukan di Jakarta Timur. Petugas akan terus melancarkan sweeping ke seluruh los daging hingga H-1 lebaran. Bahkan pengawasan itu tidak hanya dilakukan siang hari, tapi juga malam hari untuk menginvestigasi secara langsung kepada pedagang daging. â€Sejauh ini pengawasan yang telah dilakukan, belum ditemukan kondisi daging yang tidak sehat. Semua los daging yang telah didatangi oleh petugas, dipastikan aman untuk dikonsumsi,†tukas Adnan Ahmad, Kasudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur.
Dari 32 pasar tradisional di Jakarta Timur yang menjadi target, baru 13 pasar tradisional yang telah didatangi di antaranya Pasar Perumnas Klender, Pasar Jatinegara, Pasar Kramatjati dan Pasar Cakung. Dari seluruh pasar yang telah didatangi tidak satu pun los yang menjual daging dengan kondisi tidak sehat.
Kasie Peternakan Sudin Peternakan dan Perikanan Jakarta Timur, Sri Astuti menjelaskan, kondisi daging yang aman dapat dilihat dari dagingnya yang tidak mudah hancur dan aromanya yang sedap. â€Jika ditekan dengan jari dan terasa lunak, kemungkinan daging tersebut tidak sehat. Terlebih lagi dengan perubahan warna yang tidak normal, baik daging sapi, ayam maupun ikan,†jelasnya.
Untuk itu ia mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, jika menemukan kasus semacam itu atau ragu-ragu dengan kesehatan daging yang dibelinya, bisa langsung melaporkan ke nomor 021-4808337 atau 021-4838333. “Laporan dari masyarakat akan segera kami tindaklanjuti dengan menginvestigasi los daging yang telah dikunjungi oleh si pelapor,†tandasnya. O brn/bjc