Rabu, 27 Januari 2016

13 WNI Ditemukan Tewas Mengenaskan di Perairan Malaysia

Ist.
Beritabatavia.com - Polisi Malaysia menemukan 13 jenazah warga Indonesia di perairan negara bagian Johor pada Selasa, 26 Januari 2016 pagi. Kapal yang diperkirakan membawa 30-35 penumpang  diduga dihempas badai hingga terbalik. Polisi Malaysia masih mencari kemungkinan ada korban lain yang belum ditemukan.

Informasi dari Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru menjelaskan kronologi tentang temuan 13 jenazah WNI itu. KJRI menerima informasi dari polisi setempat di Johor sekitar pukul 10 pagi, Selasa, 26 Januari 2016 memberitahukan telah ditemukan 13 jenazah pada pukul 07.00.

sebanyak 13 jenazah terdiri dari 4 pria dan 9 perempuan. Semuanya warga Indonesia. Seluruh korban yang tewas ditemukan di perairan laut Tanjung Kelise, Sungai Tengah, Bandar Penawar Kota Tinggi, Johor Malaysia.

Kapal yang ditumpangi tenggelam karena pukulan ombak setinggi sekitar 3 meter. Kapal diduga datang dari perairan Indonesia masuk ke Malaysia secara ilegal.

Seluruh jenazah berada di Rumah Sakit Sultan Ismail,Panda, Johor Baru. Setelah menerima informasi dari polisi Malaysia, KJRI Johor Baru telah mengirim dua anggota Satgas Perlindungan. "Saat ini mereka sudah berada di tempat untuk menyaksikan proses evakuasi jenazah yang dibawa ke RS Sultan Ismail, Pandan," kata Marsianda, Pelaksana Fungsi Konsuler 1 KJRI Johor Bahru, Rabu (27/1).

KJRI Johor Bahru menyediakan hotline service untuk kasus ini dengan menghubungi Marsianda, Pelaksana Fungsi Konsuler (+60177301424), Dewi, Pelaksana Fungsi Ponsosbud (+60167901164), Wino, LO Polri(+60103665506), Taufiqur Rijal, Konjen RI Johor Baru (+60106632211).

"Rabu Pukul 00.30 WS dinihari, telah selesai dilakukan visum untuk 13 jenazah korban kapal tenggelam di perairan Johor, Malaysia," kata Marsianda.

Berdasarkan data mengenai identitas 13 WNI yang diperoleh dari KJRI Johor Bahru, WNI termuda bernama Doni, 12 tahun, dan berasal dari Kediri, Jawa Timur. Sebanyak 13 WNI yang tewas itu terdiri atas sembilan wanita dan empat pria.

Selanjutnya, ucap Marsianda, pagi ini akan dilakukan identifikasi data-data dari 16 dokumen yang ditemukan di lokasi tenggelamnya kapal yang ditumpangi 13 WNI. Semua jenazah saat ini ditempatkan di Rumah Sakit Sultan Ismail, Johor.

"Para imigran itu rencananya ingin pulang ke Indonesia. Namun gelombang yang kuat dari Bandar Penawar, dekat Kota Tinggi, telah mengempaskan kapal mereka," ujar Kepala Polisi Daerah Kota Tinggi Rahmat Othman, seperti diberitakan Channel News Asia. o end