Jumat, 13 Agustus 2010
Publik Perlu Menilai Rekam Jejak Calon Kapolri
Beritabatavia.com - Gagasan transparansi kepada publik soal rekam jejak calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), seperti halnya saat menentukan pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), mendapat respons positif dari Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas).
Anggota KompolnasNovel Ali kepada wartawan, Jumat (13/8) mengungkapkan, dengan diungkapkannya ke publik, justru akan banyak laporan yang masuk, termasuk soal rekam jejak para calon.
"Kita sangat setuju. Biar masyarakat yang menilai nantinya. Itu juga membantu Presiden menggunakan hak prerogatifnya. Nanti kan ada laporan masyarakat yang masuk,"ungkap Novel.
Kompolnas saat ini memegang nama-nama yang diajukan untuk menjadi Kapolri menggantikan Bambang Hendarso Danuri. Hanya saja, Novel tidak bersedia mengungkapkan sejumlah nama dimaksud. "Bukan apa-apa, semua itu merupakan kewenangan Polri," tuturnya.
Seperti diberitakan diberbagai media, sejumlah nama beredar yang dinominasikan untuk menjadi Kapolri. Di antaranya Irjen Pol Timur Pradopo, Komjen Pol Yusuf Manggabarani, Komjen Pol Nanan Soekarna, dan Komjen Pol Ito Sumardi.
Dari nama-nama yang beredar tersebut, Komjen Pol Nanan Soekarna dan Irjen Pol Timur Pradopo menempati posisi kuat untuk menggantikan Jenderal Pol Bambang Hendarso Danuri. Namun, hingga saat ini, belum ada keterangan resmi yang bisa menjadi rujukan, siapa saja sebenarnya yang diajukan kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono untuk menjadi Kapolri mendatang. o nor