Jumat, 13 Agustus 2010
Menaker: Usut Kematian TKI di Hongkong
Beritabatavia.com - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi Muhaimin Iskandar, meminta kasus kematian Nita Setyaningrum (27), Tenaga Kerja Indonesia (TKI) asal Ponorogo yang meninggal di Hongkong diusut secara tuntas. Meski diketahui jelas, penyebab kematian warga Indonesia tersebut.
Muhaimain menyatakan hal tersebut seusai memberikan penghargaan kepada para transmigran teladan di Kantor Kemenakertrans, Jalan Kalibata, Jakarta Selatan, Jumat (13/8). “Harus diselidiki. Harus dicari penyebabnya. Sebab ada juga kasus yang terjadi karena kesehatan, dan karena kekerasan,†ujarnya.
Pria yang akrab disapa Cak Imin ini, meminta apabila ada indikasi pidana maka proses hukum harus dilakukan bagi pelakunya. Dia pun mengingatkan agar para pihak yang terkait dengan pengurusan TKI proaktif guna mencegah insiden serupa terulang lagi.
“Bagi penyelenggara baik itu swasta maupun aparat pemerintahan termasuk perwakilan negara seperti, atase kita benar-benar melihat peristiwa yang terjadi ini untuk diantisipasi dengan baik,†ujar politisi Partai Kebangkitan Bangsa ini.
Muhaimin mengatakan, kematian para TKI di negeri perantauan tidak selalu disebabkan karena kekerasan. Kematian TKI bisa juga karena sakit. “Kita harus jadikan peristiwa-peristiwa ini sebagai pengalaman untuk tidak boleh terjadi lagi.†Tegas dia.
Pengantin Baru
Nita diketahui bekerja di bidang laksana rumah tangga (PLRT) di Hongkong. Perempuan ini sudah lima tahun bekerja di sana. Dia ditemukan tewas pada Kamis (12/8). Padahal, korban baru saja melangsungkan pernikahan dengan Joko Susilo, 27, satu bulan yang lalu.
Keduanya adalah TKI. Bedanya, Nita bekerja di Hongkong sedang suaminya bekerja di Malaysia. Pada 28 Juni lalu, keduanya melangsungkan pernikahan setelah saling mengajukan cuti di tempatnya bekerja. Usai menjalani pernikahan itu, dua minggu kemudian, tepatnya pada tanggal 11 Juli, keduanya kembali berpisah untuk bekerja menyelesaikan masa kontrak kerja di negara tujuan masing-masing.
Bagi Nita, sebenarnya ini adalah tahun terakhirnya bekerja di Hongkong. Rencananya, pada 2010 ini dia tidak akan lagi meneruskan bekerja di luar negeri, karena sudah menikah.
Andik Purwo, kakak Nita mengatakan belum mengetahui penyebab kematian adiknya. Andik menuturkan, pihak keluarga mendapat kabar dari teman korban. “Untuk memastikannya, kami langsung menghubungi perusahaan yang memberangkatkannya, dan setelah dilakukan pengecekan ternyata benar meninggal dunia di Hongkong,†kata Andik Purwanto, seperti yang termuat dalam rilis BNP2TKI, Jumat 13 Agustus 2010.
Dikatakannya, pihak perusahaan yang memberangkatkan Nita, masih menunggu kabar tentang penyebab pasti kematiannya. Apakah kecelakaan kerja, bunuh diri atau ada sebab lain, dia mengaku belum tahu. “Masih menunggu kabar selanjutnya dari Hongkong. Tetapi menurut perwakilan perusahaan, baru tiga minggu lagi jenazahnya sampai di rumah,†kata Andik.
Sementara itu, Wiji Lestari, ibu korban, sangat terpukul dengan kabar mengenai anak keduanya tersebut. Pasalnya, sebelum berangkat, Nita telah berjanji untuk mengakhiri kontrak kerjanya di Hongkong tahun ini. “Dia bilang ingin konsentrasi mengurus rumah tangga dan berkumpul dengan keluarga,†tutur Wiji berlinangan air mata. o pic/nor