Sabtu, 14 Agustus 2010
Cara Penangkapan Ba'asyir Diprotes Din Syamsuddin
Beritabatavia.com - Ketua Umum PP Muhammadiya Din Syamsuddin memrotes cara penangkapan Abu Bakar Ba’asyir oleh Datasemen Khusus (Densus) 88 Mabes Polri. Cara penangkapan pengasuh Pondok Pesantren Al Mukmin, Ngruki, Solo itiu dinilai Din tidak beralasan.
“Cara penangkapan (Ba'asyir) sungguh cara-cara yang tidak ada alasan,†ungkap Ketua Umum PP Muhammadiyah, Din Syamsuddin, kepada wartawan di Warung Daun Cikini, Jl Cikini Raya, Jakarta Pusat, Sabtu (14/8).
Menurut Din, cara-cara tersebut bisa ditolerir jika dilakukan terhadap gembong teroris seperti Noordin M Top dan Dr Azhari yang diduga mempersenjatai diri dengan bom maupun senjata api. Tapi tidak demikian halnya jika dilakukan terhadap seorang tokoh seperti Ba'asyir.
"Tapi untuk Abu Bakar Ba'asyir, seorang tokoh ulama yang baru pulang dari pengajian dan tabligh akbar, akan menjadi trauma bagi da'i dan mubaligh lainnya," tuturnya. Meskipun tidak setuju dengan cara penangkapan tersebut, Din menyatakan dirinya tidak bermaksud menghalangi upaya pemberantasan terorisme. "Saya protes penangkapan itu, tapi bukan berarti menghalang-halangi upaya pemberantasan terorisme," jelasnya.
Din menyatakan, dirinya sangat mendukung aksi pemberantasan terorisme. Menurutnya, terorisme itu musuh negara dan juga musuh agama. Tidak ada satu agama apapun yang membenarkan terorisme.
Namun, lanjut Din, dalam pemberantasan terorisme itu, aparat hukum dalam hal ini penegak kepolisian, harus tetap mengindahkan aturan-aturan hukum itu sendiri. "Termasuk hak-hak asasi manusia dan termasuk juga budaya-budaya di Indonesia. Dan terutama pada cara (penangkapan)," tandasnya. O nor