Jumat, 06 Mei 2016
Lapar Curi Makanan, Tunawisma Dibebaskan Pengadilan
Beritabatavia.com -
Roman Ostriakov, seorang tunawisma di Ibu Kota Roma, Italia, dibebaskan oleh pengadilan kasasi setempat dari tuduhan pencurian. Tahun lalu dia kepergok mengambil sejumput keju dan sosis dari sebuah pasar swalayan senilai 4,7 Euro (setara Rp 60 ribu).
Manajemen swalayan lantas mengadukannya ke polisi. Jika bersalah, maka Ostriakov harus membayar denda 100 Euro (setara Rp 1,5 juta).
The Guardian melaporkan, Kamis (5/5), majelis hakim saat membacakan keputusan dua hari lalu tidak menganggap Ostriakov pantas dihukum. Dia terbukti kelaparan dan tidak memiliki tunjangan sosial pada saat kejadian.
"Karena terdakwa tidak bisa memenuhi kebutuhan dasarnya, lalu terpaksa mencuri. Ini bukanlah kejahatan," seperti dikutip dari pernyataan tertulis majelis hakim.
Pegiat HAM Italia ramai-ramai memuji keputusan hakim. Seiring belum pulihnya perekonomian sejak krisis global 2008, banyak tunawisma bertebaran di kota-kota besar Negeri Pizza. Sedikitnya 615 orang turun kelas masuk ke kategori miskin saban tahun di Italia.
"Kebutuhan mengisi perut adalah hak dasar setiap manusia. Banyak lansia di negara kita terpaksa mencuri agar tak kelaparan," kata Carlo Rienzi, tokoh pegiat hak konsumen setempat.
Di sisi lain, media massa Italia juga mengecam lambannya proses pengadilan bagi Ostriakov yang berjalan lebih dari setahun. "Tak masuk akal pengadilan butuh waktu lama menentukan kasus ini bukanlah kejahatan," tulis tajuk rencana koran Corriere Della Sera. o ndi