Jumat, 03 Juni 2016
Mangara Siahaan Berpulang
Beritabatavia.com -
Politisi senior PDIP yang juga mantan Anggota Komisi V DPR dan Waka Sekjen PDIP, Mangara M Siahaan tutup usia, Jumat (3/6) dini hari. Mangara merupakan politisi senior di PDIP. Almarhum juga merupakan orang kepercayaan dan sangat dekat dengan Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri.
Mangara meninggal di RS Siloam TB Simatupang setelah sempat dirawat di ruang ICU, Kamis (2/6). Rencananya, jenazah almarhum siang ini akan disemayamkan di rumah duka di kawasan Sawangan, Depok, Jawa Barat.
Anggota DPR tiga periode itu meninggalkan satu istri dan dua anak. Dia diketahui meninggal di usia 69 tahun karena mengidap anemia. Mangara M Siahaan lahir di Pematangsiantar, Sumatera Utara, 19 April 1947. Ia adalah anggota DPR periode 2009-2014 Fraksi PDIP, asal Daerah Pemilihan Jawa Tengah V. Sebelum menjadi anggota DPR, Mangara juga terkenal sebagai aktor di film-film nasional. Selain aktor, Mangara juga pernah menjadi wartawan.
Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan DPP PDI Perjuangan menyampaikan duka cita yang mendalam atas wafatnya politisi senior Mangara Siahaan. Mangara dikenal sebagai pejuang partai yang sangat setia mendampingi Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri dalam masa-masa yang sangat sulit.
"Kesetiaan tiada akhir baik kepada Ibu Megawati Soekarnoputri, maupun kepada PDI Perjuangan, menjadikan Pak Mangara sebagai sosok dengan pemahaman terlengkap terhadap perjuangangan Ibu Megawati Soekarnoputri," lontarnya sambil menambahkan Mangara menjadi saksi pertemuan-pertemuan penting serta menjadi teman seperjalanan Ketua Umum ketika berkeliling Indonesia, melantik Kooordinator Kecamatan.
Menurut Hasto, Mangara Siahaan dikenal sebagai pejuang yang tidak pernah mengenal kata menyerah. Badannya yang tegap menjadi benteng terbaik Megawati Soekarnoputri menghadapi berbagai bentuk tekanan yang dilancarkan Orde Baru. "Ibu Megawati Soekarnoputri sungguh merasa kehilangan teman pejuang terbaik dan seluruh jajaran Partai diinstruksikan untuk menghormati Pak Mangara sebagai pejuang partai. Kami akan memberikan penghormatan terbaik sebagai pejuang partai," ujar Hasto menyampaikan pesan Megawati Soekarnoputri.
Hasto menambahkan atas arahan Megawati, keseluruhan rekam jejak perjuangan Mangara Siahaan telah dituliskan dalam memoar perjuangan oleh para wartawan senior waktu yang lalu menulis Buku Megawati Dalam Catatan Wartawan: Menangis dan Tertawa Bersama Rakyat. "Mangara adalah contoh pejuang politik yang konsisten dan tak larut dalam arus kepentingan. Semoga beliau tenang dan meninggalkan idealisme berpartai sebagai cermin generasi muda," tandasnya. (IPA)