Selasa, 13 April 2010

Jasa Raharja Tanggung Biaya Perawatan Korban Kecelakaan Pesawat Merpat di Papua

Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Pasca kecelakaan yang menimpa pesawat Merpati Nusantara Airlines (MNA) saat akan mendarat di Bandara Rendani, Monokwari, Papua Barat, Selasa (13/4) siang. Kepala bagian pelayanan Jasa Raharja Papua H. Nurman mengatakan pihaknya akan menanggung seluruh biaya perawatan  korban kecelakaan, dengan jumlah maksimal sebesar Rp25 juta per orang. " Kami hanya membayar biaya prawatann medis setiap orang maksimal Rp 25 juta, jika biaya perawatan medis melebihi jumlah maksimal itu, maka korban sendiri yang akan menanggung kekurangannya,'kata  H Nurman. Lebih rinci dijelaskan, pembayaran pengantian biaya medis akan dilakukan berdasarkan kuitansi resmi yang dikeluarkan pihak rumah sakit. " Patokannya adalah kuitansi yang dikeluarkan rumah sakit yang merawat korban," tegasnya.
Berdasarkan data terakhir yang diperoleh Jasa Raharja Papua dari kantor perwakilannya di Manokwari, pesawat Merpati naas jenis Boeing 737-300, tercatat membawa 103 penumpang, terdiri dari 97 orang dewasa, tiga orang anak-anak dan tiga orang bayi, serta enam orang kru pesawat. "Dari jumlah penumpang itu, 46 orang dirawat di RSUD Manokwari, dan dan 35 orang di RS Angkatan laut setempat, dan terdiri dari 30 orang luka berat, luka ringan 52 orang, sementara tidak ada korban yang meninggal dunia," ujar H. Nurman.
Sedangkan, untuk korban yang meninggal setelah menjalani perawatan, H. Nurman menjelaskan, jika terjadi demikian, maka pihaknya akan membayar biaya medis korban sekaligus memberikan santunan. "Dalam kasus seperti ini, kami akan memberikan santunan kematian Rp 50 juta dan juga membayar biaya medis yang bersangkutan," paparnya.
Pesawat naas milik MNA dengan nomor penerbangan MZ 836 di piloti Joko Toren dan co-pilot Agus Purnomo, tergelincir hingga 700 meter dari landasan pacu Bandara Rendani, Manokwari, Papua Barat, Selasa  (13/4) siang, peristiwa itu terjadi saat pilot akan mendaratkan pesawat karena cuaca di sekitar bandara hujan dan berkabut.
Akibatnya pesawat masuk sungai dan terbelah menjadi tiga bagian. HIngga saat ini pesawat belum bisa di evakuasi, karena harus menunggu tim dari Jakarta. Kepala Bandara Rendani, Bambang Noro mengatakan, para  penumpang yang akan berangkat menuju Sorong- Makasar dan Jakarta dengan menggunakan pesawat Merpati tersebut, terpaksa dialihkan dengan menggunakan  pesawat Batavia. O ant/son