Rabu, 22 Juni 2016

Kucing Tak Ada Tikus Berpesta

Ist.
Beritabatavia.com - Kucing tak ada tikus berpesta
Berpesta pora di atas meja
Tapi celaka si manis tiba
Tikus-tikusnya lari semua   

Merupakan penggalan dari lirik lagu anak-anak lawas ini, sangat relevan dengan kondisi birokrasi saat ini.

Sayangnya, lagu anak-anak tersebut nyaris tidak terdengar lagi. Padahal, selain masih relevan, lirik lagu anak-anak itu juga dapat menjadi analogi bagi birokrasi yang pemimpinya berusaha menjadi rasional,bermoral dan berkeinginan maju, namun di bawah tetap saja seperti yang dulu.

Terus berpesta pora, eforia menyalahunakan kewenangan,mengemplang rakyatnya. Tatkala diaudit dan ketahuan berantakkan semua. Lagi-lagi  orang kecil dan rakyat yang tetap menjadi korbanya, dan dijadikan tumbalnya.

Penyimpangan-penyimpangan di dalam birokrasi yang telah terstruktur memang tidak dilakukan sendiri.

Ada yang membackingi atau setidaknya dijadikan tameng untuk menakut-nakuti atau untuk melindunginya.

Karena merasa aman, nyaman inilah mereka seakan tiada takutnya. Semua bisa dibeli, semua bisa diuangkannya dan siapa saja boleh berteriak tetapi mereka tetap saja melakukanya.

Sampai kapan mereka berpesta pora? Mereka menganggap apa yang dilakukan wajar dan sudah membudaya. Tatkala ditanya sampai kapan, tidak jelas jawabanya.

Yang pasti ketika pemimpinya waras dan ada sistem pesta usai, dan mulailah untuk cuci piring. Bagai simanis tiba dan tikus-tikusnya lari semua.

Mereka seperti tikus-tikus kantor yang doyan berenang di air kotor. Tikus-tikus berdasi hobynya ingkar janji, dan sembunyi dibalik meja atau lemari baja. Tapi saat kucing datang, tikus cepat berubah seperti tidak bersalah. Tak peduli harga diri, jika tidak terbukti, langsung disikat lagi. O  Kombes DR Chrysnanda DL