Senin, 11 Juli 2016
Tersihir Janji Tol Cipali
Beritabatavia.com - Mudik lebaran menjadi semacam ritual rutin warga masyarakat untuk pulang kampung bersama sama. Tidak hanya yang ber agama muslim yang melakukan mudik, tetapi libur lebaran dijadikan sebagai ajang silaturahmi bersama bagi warga masyarakat.
Macet pada musim mudik, sudah menjadi pemandangan dan pengalaman berulang. Tatkala ruas tol Cipali yang membentang hingga Brebes Timur dengan panjang 283 kilometer dibuka, tentu menjanjikan pemudik akan lebih cepat sampai tujuan.
Ternyata apa yang terjadi, para pemudik seolah tersihir dan terbuai, terpikat pada potensi janji tol Cipali sehingga setiap orang ingin membuktikan sendiri.
Akhirnya, semua menumpuk dan terjadilah kemacetan di pintu-pintu keluar. Over kapasitas ditambah lagi berbagai perlambatan-perlambatan yang membuat semakin kompleksnya masalah lalu lintas hingga menimbulkan kemacetan hebat.
Kemacetan yang terjadi dalam jangka yang panjang bukan lagi menjadi masalah lalu lintas semata, melainkan menjadi masalah sosial. Berbagai kelambatan menemukan solusi, tentu akan menambah kompleksnya permasalahan.
Beragam kendala lainnya, dari masalah jalan yang sudah tidak mampu menampung jumlah kendaraan, lalu kerusakan jalan serta putaran yang menimbulkan penyempitan-penyempitan, tingkat kepadatan, perilaku pengguna jalan, system-system pelayanan publik yang manual konvensional dan parsial, perilaku pengguna jalan yang melanggar aturan, pasar tumpah, dan beragam lainnya.Ironisnya, masalah sosial dampak kemacetan sering dianggap wajar.
Kemudian, penggunaan tol dalam jarak yang cukup panjang harus lebih memerlukan pemahaman dan penyiapan fisik,kendaraan, dan berbagai prediksi serta solusi.
Mudik memang asyik, walau macet tetap ada sesuatu yang setidaknya membuat ada harapan dan hiburan. Tetapi harus dilengkapi dengan sarana prasarana informasi, solusi-solusi kontijensi dan komunikasi untuk mengurangi tingkat ketegangan dan emosi pengguna jalan yang terjebak dalam kemacetan.
Informasi berisi pesan bahwa keselamatan tetap yang pertama dan utama, harus ditemukan. Agar menjadi warning bagi pemudik, bahwa keselamatan adalah menjadi bagian dari kebutuhan hidup dan kehidupan. Selamat hari raya Idul Fitri mohon maaf lahir dan batin.O Kombes DR Chrysnanda DL