Senin, 23 Agustus 2010

Tak Tercium Bau Alkohol, Para Korban Mati Lemas

Ist.
Beritabatavia.com - Ada yang aneh dalam kasus kematian delapan warga Jagakarsa yang diduga akibat menenggak minuman keras (miras) opolosan. Tim dokter RS Fatmawati yang melakukan otopsi terhadap jasad korban tidak mencium bau alkohol dari organ tubuh korban dan menyimpulkan korban mati lemas.
Demikian disampaikan salah seorang dokter usai menuntaskan otopsi salah seorang jasad korban di RS Fatmawati, Senin (23/8) siang. Jasad yang sudah selesai diotopsi tesebut adalah jasad Taryono (44).

"Secara penciuman, memang (alkohol) tidak tercium. Secara kasatmata belum bisa dipastikan, tetapi berdasarkan identifikasi awal, terdapat tanda-tanda korban mati lemas," ujar dr Andriani, spesialis forensik di RSUP Fatmawai.

Kesimpulan sementara tersebut diambil dokter seusai mengambil sampel darah, kencing, dan sebagian organ untuk tes toksinologi. Dokter juga mengambil cairan lambung dan kantong empedu untuk dites lagi.

Taryono meninggal sekitar pukul 16.50 kemarin, setelah malam sebelumnya menegak minuman keras oplosan bersama teman-temannya. Namun, dr Andriani mengakui bahwa kandungan alkohol dengan kadar yang tinggi bisa menimbulkan sesak napas. "Apalagi kalau dicampur," tambahnya.

Tidak terdeteskinya alkohol dalam tubuh korban memang tampak aneh. Pasalnya, Sarimin, pengoplos minuman mengaku mencampur sekitar 70 persen alkohol dalam minuman apolosan yang diraciknya.

Seusai otopsi, Taryono segera dibawa pulang oleh kakak dan adiknya dengan mobil ambulans yang bertuliskan Warga dan Jamaah Kuliah Subuh RW 01 Babakan Kel Jagakarsa dengan nomor polisi B 7344 BO sekitar pukul 14.10. Setelah Taryono, dokter akan melanjutkan otopsi terhadap korban lainnya, Agus (41). o nor