Sabtu, 10 Juni 2017
Perang Sengit Lawan Maute di Marawi, 13 Marinir Filipina Tewas
Beritabatavia.com - Militer Filipina mengonfirmasi bahwa 13 marinir telah tewas dalam pertempuran sengit dengan kelompok Maute di Kota Marawi selatan. Perang dengan kelompok sayap ISIS itu juga menyebabkan 40 marinir lainnya terluka.
Kelompok milisi bersenjata itu telah menduduki Marawi sejak 13 Mei 2017. Meski sudah diperangi lebih dari dua pekan, kelompok Maute belum bisa ditumpas oleh militer Filipina.
Juru bicara militer Filipina Kolonel Edgard Arevalo, seperti dikutip AP, Sabtu (10/6/2017), mengatakan belasan marinir tewas dalam pertempuran jarak dekat pada hari Jumat.
Pemerintah sebelumnya menyatakan bahwa krisis berdarah di Marawi telah menyebabkan 20 warga sipil, 134 militan dan 39 tentara pemerintah tewas.
Dengan pertempuran terbaru tersebut, jumlah korban tewas bertambah lagi. Jatuhnya korban jiwa dari marinir Manila hingga 13 personel itu menjadi salah satu kerugian terbesar yang dialami negara itu sejak perang melawan kelompok Maute dimulai.
Laporan pecahnya pertempuran sengit itu bersamaan dengan aksi sniper Maute yang menewaskan remaja 14 tahun yang sedang salat Jumat di sebuah masjid di Marawi. Korban terkena tembakan di kepala dan meninggal seketika.
Korban diketahui Abdillah Masid. Dia sedang salat Jumat bersama ayahnya, Cumacasar, dan kerabatnya yang lain di Masjid Datu Saber sekitar pukul 12.30. Masjid itu hanya berjarak beberapa meter dari kamp Brigade 103 Angkatan Darat Filipina.
Kamp miiliter tersebut sedianya dikunjungi Presiden Rodrigo Duterte Kamis lalu. Namun, Pasukan Keamanan Presiden dan pasukan militer membujuk Duterte untuk membatalkan perjalanan tersebut karena alasan keamanan. o kay