Kamis, 02 September 2010
Parfum Beracun Incar Pemudik
Beritabatavia.com - Modus kejahatan seperti pembiusan dan hipnotis selalu menghantui warga Jakarta. Bahkan di tempat parkir pun, bukan lokasi yang aman bagi para korban. Musim mudik seperti sekarang menjadi waktu yang tepat untuk mereka beraksi dan dibutuhkan kewaspadaan yang ekstra agar terhindar menjadi korban.
Saat ini beredar informasi melalui jejaring sosial, baik Twitter, Facebook, dan Blackberry Messenger, maupun Yahoo Messenger, yang isinya imbau agar waspada terhadap aksi pembiusan dengan modus menawarkan parfum.
"Hati-hati di tempat parkir, ada modus jual parfum keliling, mereka biasanya memaksa untuk tes wanginya, dan ternyata itu obat bius!" begitu bunyi informasi yang tersebar dan mulai marak sejak kamarin.
Modus seperti ini memang tergolong baru dibanding, kasus kejahatan pembiusan sebelumnya dengan cara memberi air minum seperti kopi atau soft drink dalam kemasan kaleng.
"Selama ini belum ada laporan atau kasus pembiusan dengan modus menawarkan parfum, namun kita berharap masyarakat khususnya pemudik lebih waspada dengan aksi kejahatan tersebut," kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Boy Rafli Amar, Kamis (2/9).
Boy juga mengimbau agar tidak mudah percaya dengan orang yang baru dikenal, bahkan jangan sekali-kali mau menerima makanan atau minuman dari orang yang tidak kenal. "Bisa jadi sudah ada bius yang dicampurkan ke dalam makanan dan minuman tersebut," ujarnya.
Sedangkan untuk modus bius parfum, ada beberapa ciri-ciri pelaku dan trik yang harus diketahui masyarakat. Pertama pelaku biasanya berkeliling menawarkan parfum menggunakan tas dengan aneka parfum yang aromanya menyengat. Pelaku biasanya beraksi di Terminal, Stasiun, dan Bandara.
Aksi tersebut ditunjang dengan situasi yang pengap serta bau di sejumlah terminal dan stasiun membuat orang tertarik membeli parfum.
Pelaku kemudian menawarkan si pembeli untuk mencoba parfum yang telah dicampur obat bius, sehingga ketika menghirup aroma parfum si korban akan pusing dan tak sadarkan diri.
Selain itu, pelaku juga kerap kali memaksa korban untuk mencoba parfum yang dijualnya, meski tidak membeli namun dia meminta korban untuk sekedar mencoba saja. "Biasanya yang jadi target pembiusan wanita, karena lebih mudah diperdaya dan dilumpuhkan," kata Boy. o vvn/nor