Kamis, 09 September 2010

Harga Daging dan Telur Makin Mahal

Ist.
Beritabatavia.com - Tingginya tingkat konsumsi masyarakat terhadap sejumlah kebutuhan pokok saat Ramadhan dan menjelang Lebaran, memicu terjadinya kenaikan harga, khususnya pada komoditi seperti daging. Bahkan harga daging telah mengalami kenaikan hingga Rp 2.000 sebanyak tiga kali sejak Ramadhan ini, dan terakhir dari Rp 68 ribu naik menjadi Rp 70 ribu.

Bahkan, sejumlah pedagang di Pasar Senen Jakarta Pusat memprediksi harga daging pada H-1 bisa mencapai Rp 75 ribu. "Kenaikan harga tergantung dari tempat pemotongan hewan di Cakung. Kalau mereka naik, kita selaku pedagang eceran juga ikut menaikkan harga. Pada H-1 kenaikan bisa mencapai Rp 5.000 per kilogram," ujar Dudi, pedagang daging di Pasar Senen, Jakarta Pusat, Kamis (9/9)

Selain daging sapi, harga ayam negeri pun harganya turut melambung. Seminggu sebelum Lebaran, harga ayam negeri antara Rp 20.500 per ekor, saat ini harga per ekornya mencapai Rp 27 ribu. Diprediksi pada H-1 harga ayam negeri mengalami kenaikan antara 1.000 sampai 2.000 atau antara Rp 28-29 ribu per ekor. "Saat ini harga ayam juga memang sudah mahal," kata Lili pedagang ayam negeri di Pasar Senen.

Harga beras dan telur juga mengalami kenaikan walau tidak signifikan. Di Toko Solo Makmur, Senen, harga beras dan telur mengalami peningkatan sebesar Rp 1.000. Untuk harga beras jenis C4 naik Rp 1.000 dari Rp 6.000 menjadi Rp 7.000 per kilogram, untuk jenis C4 Super Rp 8.000 per kilo, padahal dua hari lalu harganya Rp 7.000 per kilogram. telur ayam negeri naik dari Rp 14.000 menjadi 15.000 per kilogram.

Untuk beberapa bahan pokok lain, hingga saat ini harganya masih stabil. Gula pasir masih dijual Rp 10.000 per kilogram, minyak goreng curah Rp 10.000 per kilogram, susu bendera putih Rp 9.000 dan susu coklat Rp 7.000. Namun, ada juga penurunan harga seperti cabai keriting. Seminggu lalu harganya mencapai 40.000 kini harganya turun jadi Rp 18.000 per kilogram, harga cabai rawit merah juga turun dari Rp 40.000 menjadi Rp 30.000 per kilogram, cabai rawit hijau kini harganya Rp 14.000 dari sebelumnya Rp 15.000 per kilogram.

Sementara jenis cabai merah turun drastis jadi Rp 20.000 padahal seminggu lalu mencapai Rp 60.000 per kilogram. Harga ini, diperkirakan akan naik lagi pada H-1 atau Lebaran, antara Rp 1.000 sampai Rp 2.000 per kilogram. "Menurunnya harga cabai dikarenakan musim panen cabai," kata Nimong Ace (23), satu pedagang.O brn