Senin, 20 September 2010

Redesain Jalan Layang Agar Tahan Gempa

Ist.
Beritabatavia.com -  Pemprov DKI pun telah melakukan redesain dasar jalan layang Antasari-Blok M dan Kampungmelayu-Tanahabang (jalan layang Dr Satrio), agar tahan gempa. Sesuai dengan jadwal yang ditetapkan, redesain kedua jalan layang tersebut telah rampung dan saat ini lelang pekerjaan fisik juga sudah mulai dilakukan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) DKI Jakarta, Ery Basworo, menegaskan pihaknya memang telah menetapkan redesain dasar dua jalan layang tersebut selesai usai hari Lebaran, karena pembangunan fisik harus dimulai pada awal tahun 2011. “Sesuai dengan komitmen dan target kita, redesain dasar dua jalan layang sudah selesai hari ini,” kata Ery di Jakarta, akhir pekan lalu.

Dengan begitu tender yang sempat ditunda karena menunggu selesainya redesain dasar dari Dinas PU DKI dibuka kembali. Saat ini proses tender pekerjaan fisik sedang dilakukan. Diharapkan pada bulan November atau Desember 2010, pemenang tender pekerjaan fisik dua jalan layang tersebut sudah dapat ditetapkan.

“Agar awal tahun depan konstruksi fisik dua jalan tersebut sudah bisa mulai kita kerjakan. Dua jalan layang ini harus selesai pada 2012, sebagai jalan alternatif saat pembangunan mass rapid transit (MRT) yang akan dimulai awal 2012,” urainya.

Ery mengungkapkan redesain tidak hanya dilakukan untuk menyesuaikan aturan koefisien gempa yang baru, tapi juga untuk memasukan usulan Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo yaitu menaikkan ketinggian jalan layang menjadi 10 meter di atas jalan lokal, dari sebelumnya hanya 6-7 meter. Karena kedua jalan layang tersebut akan melewati dua simpang sebidang. Bahkan ketika harus melewati fly over Sudirman dan underpass Kuningan, jalan layang harus dinaikkan kembali hingga setinggi 18 meter.

Pemprov DKI sendiri telah mengalokasikan dana sekitar Rp 2 triliun untuk pembangunan dua jalan layang tersebut, dengan rincian Rp 1,2 triliun untuk ruas Antasari-Blok M dan Rp 800 miliar untuk ruas Kampungmelayu-Tanahabang. Untuk proses lelang, perusahaan yang berminat harus berkompetisi memenangkan delapan paket konstruksi yakni, tiga paket untuk pembangunan jalan layang Kampungmelayu-Tanahabang dan lima paket untuk jalan layang Pangeran Antasari. Pembangunannya sendiri dianggarkan secara berkelanjutan hingga 2012.

Tahun ini diharapkan pembangunan tahap pertama sepanjang masing-masing 5,5 kilometer untuk ruas Antasari-Blok M dengan rute Pasar Cipete-lapangan PTIK Blok M bisa segera dimulai. Selain itu, sepanjang 3,5 kilometer untuk Kampungmelayu-Tanahabang dengan rute Casablanca-Mas Mansyur.

Tidak hanya itu, Pemprov DKI Jakarta merencanakan akan membuat Traffic Impact Analysis (Analisa Dampak Lalu Lintas) terhadap pembangunan dua jalan layang tersebut. Analisa diperlukan untuk meningkatkan fleksibilitas kedua jalan layang itu dalam mengurai kemacetan pada jam-jam sibuk dan mampu mengalihkan beban kendaraan dari jalan lokal yang sudah ada. Traffic Impact Analysis akan dikerjakan paralel dengan pekerjaan fisik kedua jalan layang yang direncanakan akan dimulai bulan September 2010. O bjc/brn