Jumat, 16 April 2010
Siapa Lebih Hebat! Berba atau Carlitos!
Beritabatavia.com - Karena Wayne Rooney belum fit, Manchester United (MU) berharap penuh pada Dimitar Berbatov untuk memimpin di garis serang ketika menghadapi Manchester City yang dimotori Carlos Tevez di Eastlands, Sabtu (17/4).
MU begitu mendominasi kompetisi domestik dalam tiga terakhir dan itu berkat kontribusi para striker-nya. Sebut saja Carlos 'Carlitos' Tevez dan Dimitar Berbatov. Tapi musim ini sepertinya tidak berjalan mulus. Pokok persoalan terletak pada striker. Keputusan pelatih Sir Alex Ferguson 'membuang' Tevez menjadi bumerang bagi MU. Sementara Berbatov yang diplot sebagai pendamping Rooney tidak memberi kontribusi signifikan.
Sungguh aneh alasan Ferguson melepas Tevez yang memiliki fighing spirit ketimbang 'the lazyman' Berbatov. Tevez begitu dielu-elukan oleh pendukung Tevez tapi Ferguson malah mendepaknya pada musim panas lalu. Bomber asal Argentina ini dikenal sebagai pemain pekerja keras dan bertenaga. Sedang Berbatov lebih bagus dalam hal teknik tapi tak mau berusaha sehingga talentanya menjadi sia-sia.
Ferguson yakin Tevez masih menaruh dendam kepadanya. Ia juga akhirnya sadar betapa penting kehadiran Tevez dalam skuadnya jika Rooney absen. Tapi apa mau dikata, Tevez kini milik City dan menjadi musuh besar bagi timnya pada laga nanti. Ferguson pun berharap penuh pada Berbatov untuk membantu MU menangkal amukkan Tevez dkk di Eastlands.
Dalam beberapa pekan terakhir, Berba telah menunjukkan upaya untuk menepis semua kritik yang ditujukan kepadanya. Tapi melawan Chelsea dan Blackburn, penyerang asal Bulgaria ini tak memberi kontribusi berarti. Sebaliknya Tevez tampil sensasional bersama City. Ia membukukan 22 gol dalam 30 laga bersama City, sedang Berba baru mengepak 12 gol untuk MU.
Tapi mungkin Berbatov kehilangan sesuatu dalam dirinya yaitu kepercayaan diri. Maklum, ia lebih sering dicadangkan atau diganti sehingga torehan 12 golnya dalam 29 laga dianggap tidak terlalu buruk. Meski demikian, Berba tetap kalah tajam dari Tevez. Satu hal lagi, Tevez juga sering menjadi cadangan sewaktu berkostum MU. Itulah pemicu perseteruannya dengan Ferguson hingga berakhir dengan keputusan MU menjualnya ke City. Dan, sepertinya Berba mulai merasakan situasi serupa. Ferguson tampaknya mulai tidak mempercayainya.
Lain halnya dengan Tevez di City. Kepercayaan penuh dari pelatih Roberto Mancini membuatnya lebih semangat. Hattrick yang dibuatnya kala melawan Wigan mengubah malam kelam menjadi terang benderang bagi City yang kini diunggulkan untuk mendapatkan slot keempat dan tiket ke Liga Champions. Inilah yang membuat Ferguson iri serta menyesal karena mendepaknya dari Old Trafford.
Tidak disangkal bila MU merasa kehilangan Tevez, terutama untuk bulan ini. Hal itu bukan hanya karena superioritasnya atas Berbatov sepanjang musim ini. Bukan juga karena mereka tidak mengoptimalkan tenaganya musim lalu. Masalah sesungguhnya adalah Tevez lebih cocok menjadi pengganti Rooney.
Selama ini MU selalu bergantung pada Rooney. Dengan absennya Rooney, sesuatu yang buruk pun menimpa MU. Sejatinya ini bisa dihindari jika MU memiliki Tevez karena ia bisa menyatu dengan gaya dan karakter 'Setan Merah'. Persoalannya, Tevez tak mau menetap di MU hanya untuk menjadi 'bemper' bagi Rooney. Peran sentral yang dilakoninya di City menjadi bukti nyata bahwa kualitasnya setara Rooney. jhn