Minggu, 18 April 2010

Terjadi di Jakarta Utara, Ditolak RSCM, Tumor Bocah 2,5 Tahun Kian Memrihatinkan

Ist.
Beritabatavia.com - JAKARTA. Rifki Awaludin, anak pasangan Suryadi,28  dan Surneti, 26, warga Jalan Kamal Muara Raya, RT 10/01, No.35, Kel.Kamal Muara, Kec.Penjaringan, Jakarta Utara  yang terserang tumor ganas kondisinya kian hari semakin memrihatinkan.

Penyakit ganas anak sulung pasangan muda yang diderita bocah dua setengah tahun sejak dua bulan lalu namun akhir-akhir ini kian parah. Saat ini bocah tersebut hanya menangis karena menahan rasa sakit akibat penyakit yang dideritanya. Untuk mengurangi rasa sakitnya itu pihak orang tua memberinya obat-obatan dari dedaunan.

Semenjak menderita penyakit tumor ganas itu Rifki tidak mau makan sama sekali, hanya minum air putih dan susu saja. Karena kondisinya terus memrihatinkan,kedua orang tuanya berupaya membawa ke puskesmas Kamal Muara, lalu diberikan surat rujukan ke RSUD Cengkareng.Namun, sesampainya di rumah sakit tersebut, pihak rumah sakit memberikan surat rujukan lagi ke RSUD Koja. Setelah menjalani perawatan selama delapan hari di rumah sakit tersebut pihak keluarga kembali mendapar surat rujukan ke RSCM.

Meski begitu harapan besar kedua orang tua supaya anaknya tetap ada di rumah sakit tersebut. Namun, sesampainya disana harapannya itu pupus sudah. Pihak RSCM,  bocah ini sekali belum mendapat pengobatan bahkan malah menolak pasien tersebut dengan alasan tampek disekujur tubuhnya.

“Di RSCM dokter tidak mau mengobati anak saya dengan alasan ada tampek di sekujur tubuh anak saya,” ungkap Suryadi. Karena ditolak itu akhirnya bocah 2,5 oleh kedua orang tuanya dibawa pulang dan kini hanya menjalani perawatan seadanya di rumah. Ini dilakukan oleh Suryadi,  karena dirinya tidak ada biaya untuk pengobatan anaknya.

"Saya sangat berharap mengharapkan uluran tangan dermawan dan rumah sakit untuk membantu pengobatan bocah kami. Sehari-hari saya hanya bekerja sebagai pemulung, untuk makan sehari-hari saja masih kurang,"tambahnya sambil menyeka air matanya.

Dia juga menceritakan, sekitar dua bulan lalu anaknya masih tampak sehat-sehat dan tidak ada gejala tumor. Namun, pada awal Maret tiba-tiba pinggang kanannya tepat disamping hati ada benjolan sebesar telur puyuh. Semula Suryadi mengira kalau benjolan itu biasa saja.

Tapi tak beberapa lama semakin membesar hingga sekarang. Dia berharap pemerintah mau dan peduli dengan kondisi anak pertamanya ini yang semakin parah. Diakuinya saat melakukan pengobatan itu dirinya menunjukkan surat SKTM yang dikeluarkan oleh pihak kelurhan Kamal Muara.Untuk mengalakukan pengobatan saat ini dirinya menggunakan dedaunan yang berada disekitar rumahnya. O wdi