Senin, 27 September 2010

Imam Sudjarwo Calon Terkuat Kapolri

Ist.
Beritabatavia.com - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono masih menyimpan rapat-rapat nama calon Kepala Kepolisian Republik Indonesia yang akan ia ajukan kepada Dewan Perwakilan Rakyat pekan ini. Namun sumber Tempo di kalangan pengurus teras Partai Demokrat membisikkan bahwa Presiden sudah memilih satu nama untuk menggantikan Jenderal Bambang Hendarso Danuri. "Imam Sudjarwo yang akan diajukan Presiden," kata sumber itu kemarin.

Nama Komisaris Jenderal Imam Sudjarwo memang tengah bersaing dengan Komisaris Jenderal Nanan Soekarna untuk menjadi orang nomor satu di Kepolisian. Imam, terakhir menjabat Kepala Lembaga Pendidikan Kepolisian, resmi menjadi jenderal bintang tiga pada 20 September lalu. Adapun Nanan, yang lebih dulu menyandang bintang tiga, terakhir menjabat Inspektur Pengawasan Umum Polri.

Di Garut, Jawa Barat, Ketua Umum Partai Demokrat Anas Urbaningrum meminta Presiden Yudhoyono hanya mengajukan satu nama calon Kepala Polri kepada DPR. “Untuk mencegah transaksi-transaksi yang tidak perlu,” kata Anas saat menghadiri Muktamar IX Persatuan Islam kemarin.

Menurut Anas, pengajuan satu calon Kepala Polri juga akan memudahkan pekerjaan DPR. Dewan tinggal menyetujui pilihan Presiden, bukan memilih Kepala Polri baru. “Dengan begitu, tidak akan ada politisasi di DPR,” ujar Anas.

Anas menambahkan, Presiden Yudhoyono tengah mempertimbangkan dua nama calon Kepala Polri yang telah beredar di masyarakat. Keduanya sedang ditimbang-timbang dari aspek kapasitas, kapabilitas, dan integritasnya. Namun Anas mengaku belum tahu siapa yang paling berpeluang dipilih Presiden. “Itu hak prerogatif Presiden. Kedua nama cukup mampu memimpin kepolisian,” kata Anas.

Sekretariat Gabungan Partai Koalisi pun telah memberikan masukan kepada Presiden soal calon Kepala Polri ini. "Setgab telah membahas, brain storming, calon-calon Kapolri yang punya peluang," kata Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional Tjatur Sapto Edi kemarin.

Selain Imam dan Nanan, menurut Tjatur, koalisi partai pendukung pemerintah Yudhoyono itu membahas peluang nama-nama lain, seperti Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara Inspektur Jenderal Oegroseno dan Kepala Polda Metro Jaya Inspektur Jenderal Timur Pradopo.

Menurut Tjatur, Sekretariat Gabungan tidak sampai menjagokan salah satu nama. Mereka hanya memberi masukan berupa plus-minus para calon. Misalnya, mereka menilai Imam Sudjarwo sebagai sosok yang profesional, bersih, dan bersahaja.

Mereka menilai Nanan sebagai figur yang berpengalaman, tegas, punya program memikat, dan memenuhi unsur senioritas di Polri. “Kita tunggu saja siapa nama yang diajukan Presiden ke DPR," ujar Tjatur. o tnr/nor