Minggu, 01 September 2019

Asam Urat, Dulu Serang Orang Tua Kini Generasi Milenial

Ist.
Beritabatavia.com - GENERASI milenial kini memasuki rentang usia 25-38 tahun. Usia yang dianggap muda untuk terserang penyakit asam urat, yang dahulu populer sebagai penyakit orang tua. Sebuah studi di Inggris mendapati 1 dari 40 orang kini menderita asam urat. Meski sebagian besar pasien masih berada di usia 60 tahun ke atas, namun jumlah penderita berusia 20-an dan 30-an jumlahnya meningkat hingga 30 persen sejak 2012, melansir laman Friday, Jumat (30/08).

Kelebihan berat badan diyakini menjadi inti dari meningkatnya kasus asam urat pada orang yang lebih muda, papar direktur medis Arthritis Research UK Profesor Alan Silman. "Kelebihan berat badan hingga obesitas cukup dipengaruhi oleh konsumsi minuman manis, salah satunya minuman bersoda," lontarnya,

Selain itu, konsumsi makanan bergula, minum alkohol, kegemaran akan daging merah, makanan mengandung lemak jenuh, serta merokok, juga berandil besar sebagai penyebab asam urat di usia muda.

Silman mengatakan, milenial cenderung kurang sadar akan kesehatan. Mereka akan melakukan atau memakan apa yang disukai karena merasa masih muda. Selain dari pilihan asupan, UK Gout Society melaporkan 1 dari 10 pasien juga mewarisi asam urat dari orang tua. Namun, para ahli belum sepakat berapa banyak pengaruh genetik serta gaya hidup terhadap kenaikan risiko asam urat pada orang muda.

Asam urat sendiri umumnya ditandai dengan rasa sakit yang cukup parah pada sendi, kadang diikuti pembengkakan, dan kerap dimulai pada jempol kaki. Rasa sakit biasanya timbul di malam hari dan datang secara tiba-tiba. Rasa sakit tersebut terjadi akibat terlalu banyak asam urat yang mengkristal dan mengendap pada sendi.

Banyak pasien yang mengatakan bahwa sendi mereka terasa sangat sakit. Kejadian ini juga dialami oleh seorang pasien bernama Harry Tyndall (28). Suatu pagi dia tidak mendapati kaki kanannya sangat sakit sehingga sulit untuk berjalan. "Tidak sedetik pun saya pernah berpikir menderita asam urat, karena saya tahu itu penyakit untuk orang yang usianya dua kali lipat dari saya," tuturnya ketika dokter klinik fisioterapi menerangkan bahwa ia terkena asam urat.

Selain menghindari penyebab asam urat, mengonsumsi obat antiinflamasi umumnya menjadi pilihan pengobatan. Pasien asam urat sangat disarankan untuk mengubah prilaku makan, terutama mengurangi minuman soda, gula, serta alkohol. Olahraga yang teratur juga dapat menurunkan risiko kambuhnya asam urat.

Gejala asam urat itu rasa sakit tiba-tiba pada sendi. Penyakit ini timbul saat kadar asam urat tinggi dalam darah  Sederet makanan ramah penderita asam urat bisa membantu mengatasi gejala tersebut. Untuk mengatasi gejala asam urat, hindari beberapa makanan berikut.

#. Pisang
Penderita asam urat disarankan untuk mengonsumsi makanan yang tidak banyak mengandung purin. Nama terakhir merupakan komponen alami yang dimiliki beberapa jenis makanan. Tubuh akan memproduksi asam urat saat memecah purin. Salah satu buah rendah purin adalah pisang. Komponen dalam pisang dapat menurunkan kadar asam urat. Selain pisang, penderita asam urat juga disarankan untuk mengonsumsi ceri dan jenis beri. Buah-buahan ini mengandung komponen antiinflamasi sehingga mencegah asam urat mengkristal.

#. Tomat
Sayuran perlu rutin dikonsumsi agar tubuh mendapatkan nutrisi lengkap. Beberapa sayuran seperti tomat, mentimun, dan brokoli sebaiknya dikonsumsi sebelum menyantap menu utama. Cara ini bisa mencegah pembentukan asam urat pada aliran darah. Ketiganya mengandung alkali alami sehingga baik untuk mengontrol kadar asam urat.

#. Susu
Semua produk susu seperti yogurt dan keju baik dikonsumsi penderita asam urat. Pilih produk susu rendah lemak (low fat). Susu jenis ini membawa lebih banyak manfaat dan mampu menurunkan kadar asam urat.

#. Kopi
Kopi tak berlaku buruk bagi penderita asam urat. Beberapa riset mengindikasikan, orang yang terbiasa meminum kopi berisiko lebih rendah memproduksi asam urat berlebih. Studi pada 2010 menemukan bahwa risiko asam urat terus menurun seiring meningkatnya konsumsi kopi. Perempuan yang minum 1-3 cangkir kopi per hari berhasil menurunkan risiko sebesar 22 persen. Sedangkan perempuan yang meminum lebih dari 4 cangkir kopi mengalami penurunan risiko sebesar 57 persen.

#. Kacang-kacangan
Makanan untuk penderita asam urat termasuk pula kacang-kacangan. Bahan makanan satu ini rendah kadar puring sehingga aman dikonsumsi sebagai camilan. Kacang pinto adalah salah satu jenis kacang yang mengandung folic acid, yang mampu menurunkan kadar asam urat secara alami.

#. Biji-bijian
Biji-bijian banyak mengandung alkali alami yang baik untuk mengontrol kadar asam urat dalam darah. Biji-bijian yang direkomendasikan termasuk oat, beras merah, barley, dan biji bunga matahari.

#. Telur
Telur bisa dimasukkan sebagai makanan penderita asam urat. Telur termasuk makanan yang rendah kandungan purin sehingga tubuh masih bisa memperoleh protein hewani. Meski rendah purin, Anda disarankan untuk mengonsumsi empat butir telur dalam sepekan. 0 NIZ