Senin, 19 April 2010
PMI dan Komnas HAM Usut Kasus Mbah Priok
Beritabatavia.com - Guna menyelidiki penyebab kerusuhan yang terjadi di Makam Habib Hasan
bin Muhammad Al Hadad alias Mbak Priok, Jakarta Utara, sejumlah
instansi membentuk tim. Salah satunya yakni Komnas HAM dan PMI. Karena
dengan tujuan yang sama, maka kedua tim tersebut akhirnya bekerjasama
untuk mengusut tragedi yang menewaskan tiga orang anggota Satpol PP
tersebut.
Ketua Umum PMI Pusat, Jusuf Kalla, mengatakan
koordinasi tersebut dilakukan karena melihat adanya kesamaan peristiwa
yang diusut. Meskipun fokus penyelidikan kedua tim berbeda, namun
tujuannya adalah sama yakni mengusut tuntas tragedi tersebut. PMI
terfokus pada isu kemanusiaan, sedangkan Komnas HAM fokusnya yakni
dugaan pelanggaran yang terjadi pada peristiwa yang juga melukai ratusan
orang tersebut. "Nantinya melalui kerjasama ini PMI dan Komnas
HAM akan bertukar informasi mengenai data-data yang diperoleh
masing-masing tim," jelas JK, setelah melakukan pertemuan dengan Komnas
HAM di Gedung PMI, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta Selatan, Senin (19/4).
Lebih lanjut JK menambahkan, pihaknya memandang perlu
kerjasama tersebut karena satu objek akan diperoleh nantinya akan
diperoleh dua hasil yang berbeda. Hasil penyelidikan yang diperoleh
nantinya akan direkomendasikan kepada Pemerinta Provinsi DKI Jakarta
dalam waktu dua minggu. "Kerjasama ini akan memperoleh dua hasil,
sehingga rekomendasi yang deberikan semakin banyak," paparnya. Dikesempatan
yang sama, Ketua Komnas HAM, Ifdhal Kasim, menjelaskan untuk
memperlancar kejasama tersebut, kedua tim akan bertemu secara berkala
setiap tiga hari sekali. "Dalam kerjasama dua tim ini akan ada pertemuan
berkala, masing-masing akan menceritakan perkembangan data yang
diperoleh," tegasnya. Menurut Ifdhal, data awal akan menjadi
basis untuk memperdalam informasi. Data yang diperoleh PMI sangat
penting untuk Komnas HAM, karena PMI mengetahui jumlah korban secara
pasti di lapangan. "Kedudukan data tersebut sangat strategis," ucapnya. Selain
PMI dan Komnas HAM, masih ada dua tim lagi yang melakukan investigasi
terhadap tragedi tersebut, yakni Komisi A DPRD DKI dan Polri. "Keempat
tim akan bekerja secara koordinatif, sesuai dengan tupoksi
masing-masing," urainya.
PMI sendiri menunjuk Ulla Nuchrawati
dari PMI Pusat sebagai ketua tim, dengan anggota Irwan Hidayat dari PMI
DKI, Rahmat Ahadijat dari PMI Pusat, dan Sabri Saiman dari PMI Jakarta
Utara.