Kamis, 30 September 2010
Polisi Bantah Jadi TB Teroris
Beritabatavia.com - Dugaan bahwa pembawa bom yang meledak di Jl Raya Kalimalang dekat pasar Sumber Arta menjadikan polisi sebagai target bom (TB) teroris, dibantah. Karena, lokasi bom yang meledak itu, sudah melewati Pos Polantas yang terletak di dekat pasar sumber Arta.
Bantahan tersebut disampaikan Kapolda Metro Jaya irjen Timur Pradopo di RS Polri Kramatjat, Jakarta Timur, Kamis (30/9). "Pelaku sudah melewati pos polantas, barulah bom meledak. Jadi, saya melihat tidak ada indikasi polisi dijadikan target bom itu," kata Timur Pradopo.
Lulusan AKPOL 1978 itu menambahkan, dua lembar surat yang ditulis dengan hurup kapital dan menggunakan tinta hitam tidak menunjukan bahwa pelaku akan menyerang polisi. Menurutnya, tulisan berbunyi, “Bom Shahid ini adalah untuk kalian semua. Orang2 kafir kalian akan kami kejar walaupun kalian lari ke awan. Kematian kalian itu pasti. Mujahidin masih hidup di Indonesia". Dan lembaran kedua bertuliskan: Ini adalah pembalasan pada kalian sekutu2 setan yang membunuh, menghukum mati dan menahan mujahidin. Kami siap mati untuk agama yang mulia ini' hanya menunjukan bahwa pembawa bom memiliki musuh. " Surat itu menunjukan bahwa pembawa bom ingin membalas, tapi tidak menyebutkan siapa musuhnya. Jadi tidak bisa disimpulkan bahwa musuhnya polisi," kata Irjen Timur Pradopo.
Pada kesempatan itu, Kapolda meminta agar semua pihak menunggu hasil penyelidikan yang sedang dilakukan polisi, termasuk olah TKP. Hasil penyelidikan itulah nantinya bisa menyimpulkan apa motif dibalik peledakan bom tersebut. “Saya berharap, kita semua sabar menunggu hasil olah TKP. Jangan langsung membuat kesimpulan tanpa didukung dengan bukti yang kuat," kata Kapolda. 0 son