Sabtu, 02 Oktober 2010
Asisten Masinis: Lampu Menyala Merah
Beritabatavia.com - Asisten Masinis Kereta Api Argo Anggrek yang menabrak KA Senja Utama, Jiyono mengaku keretanya tidak masuk ke jalur satu karena lampu pengatur perjalanan kereta di lintasan itu masih menyala merah. Akibatnya KA Argo Anggrek tetap melaju di lintasan 3 dan menabrak KA Senja Utama.
Tabrakan terjadi di lintasan 3 jalur kereta api, sekitar 100 meter sebelah barat Stasiun Petarukan, Sabtu (2/10) pukul 03.00 WIB. Gerbong ke-9 KA Senja Utama rusak parah, sedangkan gerbong ke-8 keluar dari rel.
Sedikitnya 30 orang tewas dan puluhan lainnya luka-luka dibawa dari lokasi kejadian ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Ashari dan RS Santa Maria Pemalang.
Menurut Jiyono, masinis M Kholik sempat terkejut karena di lintasan 3, beberapa ratus meter dari Stasiun Petarukan terlihat KA Senja Utama berhenti sehingga tabrakan tidak bisa dihindari.
Kereta Argo Anggrek jurusan Jakarta-Surabaya dengan tujuh gerbong mengangkut 336 penumpang menabrak KA Senja Utama jurusan Jakarta-Semarang dengan sembilan gerbong mengangkut 663 penumpang.
Saat ini M Kholik dan Jiyono masih diperiksa Kepala Satuan Reserse dan Kriminal Polres Pemalang, AKP Suwarto, di Pemalang.
Sementara petugas hingga sekitar pukul 10.00 WIB masih mengevakuasi korban dari gerbong KA Senja Utama, sedangkan KA Argo Anggrek telah meninggalkan lokasi itu untuk melanjutkan perjalanan sekitar pukul 07.05 WIB.
Sekitar pukul 09.00 WIB petugas berhasil mengeluarkan dengan selamat seorang laki-laki dari gerbong KA Senja Utama yang nahas itu untuk selanjutnya membawa ke rumah sakit setempat guna perawatan. o kcm/nor ( foto: Antara)