Politisi lawas Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) menilai serangan bertubi-tubu yang dilakukan kader PDIP terhadap pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) terkait penanganan Covid-19 adalah tindakan bodoh.
"PDI P itu besar dalam pemilu Legislatif 2014 dan 2019 tidak lepas dari figur Presiden Jokowi. Bukan karena kepiawaan DPP PDI P dalam membangun organisasi partai, itu karena andil dan figur presiden Jokowi, tanpa peranan Jokowi, itu bulsit," kata mantan pengurus dan kader PDIP, Sahat P Ricky Tambunan yang juga presidium Marhaen Indonesia 98 dalam siaran persnya, Minggu (8/8/2021)
Bahkan, Ricky menambahkan, Megawati sebagai anak proklamator dan juga Presiden 5 RI,diperkirakan hanya bisa mempertahankan partai ini dengan suara 11 persen pada tahun 2024. Walaupun dalam beberapa survei disebut partai ini berada di puncak atas.
Menurutnya, nama besar Megawati sudah selesai pada tahun 2004. Sebab pada masa itu sebagai presiden, tidak mampu membantu, mempertahankan dan mengangkat suara partai itu pada tahun 2004. Justru Partai Demokrat mampu menjadikan SBY sebagai presiden menggantikannya, saat itu. Dan pada tahun, 2009 partai besutan SBY ini akhirnya, mampu menjadi Pemenang pemilu, meninggalkan jauh PDI P?
Dikatakan, partai besutan Megawati ini diperkirakan akan ditinggalkan pemilihnya pada tahun 2024. Apalagi masyarakat, semakin geram dengan partai ini, akibat kasus-kasus korupsi yang membelitnya, diantaranya kasus bansos, yang membelit Menteri Sosial Juliari Batubara Wakil Bendahara DPP PDIP, dan raibnya di KPK berkas dua anggota DPR PDIP dalam kasus Bansos, serta hilangnya Harun Masiku, caleg PDIP.
Ricky mengungkapkan bahwa partai pimpinan Megawati ini disebut-sebut, juga ditenggarai berperan ikut dalam membuat kegaduhan di tengah negara ini, termasuk membuat KPK gaduh dan melakukan revisi UU KPK beberapa waktu yang lalu.
Termasuk konflik internal di partai ini, akan menjadikan partai ini ditinggal kader-kader lama. Banyak pengurus yang dipecat semena-semena, termasuk pemecatan sejumlah anggota DPRD.
"Serangan serangan yang dilakukan Megawati, Masinton Pasaribu dan Effendi Simbolon terhadap Jokowi, memperlihatkan partai ini haus kekuasaan.Sebagai partai yang mengusung Jokowi dari Tahun 2014 dan 2019, seharusnya PDIP harus setia membantu presiden, tidak ikut merecoki Jokowi dalam menangani pendemi Copid 19," ujar Ricky Tambunan.
Dia menyebut pemicu kader PDIP uring-uringan adalah penunjukan Luhut Binsar Panjaitan memimpin PPKM Darurat, padahal kader PDIP berharap tetapi tidak diberikan kesempatan.
"Bagaimana bisa dipercaya, urusan Bansos saja tidak beres bahkan tertangkap KPK," tegas Ricky Tambunan.
Menurut Ricky, masyarakat menilai kritik kader PDIP ke Presiden dianggap tidak beretika, karena kader PDIP tetap dudku sebagai menteri dikabinet pemerintahan Jokowi.
"Saya berharap dan meminta agar kader PDI P memberikan tongkat kepemimpinan PDI Perjuangan pada kongres tahun 2024 ke Joko Widodo. Sehingga estafet kemenangan merah lima tahun kedepan 2029, akan kembali dimenangi PDI Perjuangan," ujar Ricky Tambunan.O son