Bangsa besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah, kalimat yang pernah dilontarkan Presiden Indonesia pertama, Ir Soekarno, dalam sebuah pidatonya untuk mengingatkan bangsa Indonesia agar jangan sampai melupakan sejarah (Jasmerah).
Pidato yang dikobarkan Bung Karno itu dimaknai oleh Komisaris Jenderal (Komjen) Andap Budi Revianto yang saat ini menjabat Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian hukum dan Ham (Kemenkumham) sebagai warning bahwa sejarah memiliki peran penting untuk membangun bangsa yang besar.
Kemudian Komjen Andap mengajak seluruh komponen bangsa untuk mengingat sejarah penting yang terjadi jauh sebelum Indonesia merdeka. Sebuah peristiwa yang lahir dari kongres pemuda II yang digelar pada 27-28 Oktober 1928 di Batavia (Jakarta) 93 tahun lalu. Kemudian kita kenal dengan Sumpah Pemuda yang sekaligus cikal bakal tumbuhnya semangat persatuan untuk merdeka. Sumpah Pemuda menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah bangsa yang tidak boleh dilupakan setiap generasi, tetapi harus menjadi kobaran semangat untuk tetap bersatu dalam membangun bangsa dan negara Indonesia.
Menurut lulusan AKPOL 1988 ini, Sumpah Pemuda yang dikrarkan para pemuda-pemudi Indonesia pada 28 Oktober 1928 memiliki arti penting dalam sejarah perjuangan bangsa. Tentu harus dimaknai dengan baik oleh seluruh anak bangsa sebagai generasi penerus.
Dia mengajak agar mengingat kembali makna Sumpah Pemuda yang sangat penting untuk dapat diimplementasikan dengan baik yaitu :
1.Mengajarkan akan nilai-nilai persatuan
2.Menumbuhkan rasa kebangsaan dan kebanggaan terhadap Indonesia
3.Menekankan rasa bangga terhadap bahasa Indonesia
Selain itu, Sumpah Pemuda juga memiliki makna lain yakni sebagai wujud cinta akan tanah air untuk mengobarkan semangat juang dalam menjaga keutuhan bangsa.
Selamat Hari Sumpah Pemuda ke 93. Mari kita bersatu, bangkit dan tumbuh. O son