Kamis, 07 Oktober 2010
Timur Pradopo Bungkam Soal Pengusaha Hitam
Beritabatavia.com - Suksesi kepemimpinan Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) sudah diambang pintu. Dibawah kepemimpinan kapolri yang baru nanti, masyarakat berharap Polri mampu memberikan pelayanan yang terbaik agar mampu mendapatkan kembali kepercayaan dari publik, setelah beberapa tahun terakhir citra Polri begitu buruk di mata masyarakat.
Salah satu kriteria yang banyak disampaikan masyarakat harus dimiliki seorang calon kapolri adalah membatasi hubungannya dengan pengusaha hitam. Seorang calon kapolri harus memiliki komitmen menghilangkan praktik 'membekingi' bisnis pengusaha.
Calon tunggal Kapolri Komisaris Jenderal Timur Pradopo enggan memberikan komitmen terkait hubungan dengan pengusaha hitam tersebut. Ditemui di sela-sela pisah sambut Kapolda Metro Jaya, Kamis (7/10),
Kepala Badan Pemelihara Keamanan (Kabarkam) ini bungkam ketika wartawan menanyakan komitmennya agar Polri terbebas dari kepentingan-kepentingan pengusaha hitam.
Sebelumnya, berbagai elemen masyarakat menolak jika calon Kapolri memiliki hubungan dengan pengusaha hitam. Salah satu elemen masyarakat tersebut adalah Komisi untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan (Kontras).
"Calon Kapolri harus berani meninggalkan andalan dari sektor bisnis untuk mengamankan jasa bagi cukong," ungkap Koordinator Kontras Haris Azhar kepada wartawan, beberapa waktu lalu.
Jika calon Kapolri tersebut memiliki kedekatan dengan pengusaha hitam, kata Haris, akan sulit meningkatkan kinerja Polri guna memulihkan citra dan memiliki kepercayaan dari masyarakat.
"Kontras menginginkan kriteria calon Kapolri yang mempunyai integritas dengan tidak memiliki catatan hukum dan penanganan masalah sesuai prosedur. Kemudian aksebilitas untuk mendapatkan kepecayaan dari masyarat, serta memiliki legitimasi," ujar Haris. o son/nor